It is kinda COMPLICATED!

Last night ….

Me and Lika (my best friend), just met an old long lost friend *halah lebay!*. Our friend now lives happily in the UK with her British husband. Setelah berbagai macam perjuangan dan kesulitan yang dia lalui … Finally she’s happy and making very good plans ahead. Awwwhhh *kepala miring ke kiri*

Tapi dari perjalanan menuju rumah Myrta (our friend), Lika sudah nampak restless over so many things. I assume … Urusan kerjaan. Ketemu Myrta, everything went fine … Gak banyak masalah walopun kami sempet ngebahas tentang salah satu temen kami yang jadi celebrity wannabe, spiritualist wannabe … Walopun sebenernya kita tau what has she done in the past dengan mengadu domba banyak pihak blablabla … Lho kok jadi rumpisariiiii???

Anyway … Pas pulang, as usual … Long chat di depan rumah Lika, di dalem mobil gelap2an. Dari awal tentang our celebrity friend yang jadi sok spiritualist itu yang lagi hobby sok-sok kasi nasihat tentang kehidupan dan banyak hal lagi tapi gimana dia menusuk Lika dari belakang, mengadu domba si muka tegang dengan pacarnya saat itu.

Well, it’s kinda complicated since it happened almost a year ago. Intinya, selama ini saya taunya kalo si Lika memang berteman baik banget dengan si muka tegang (yes, that guy that l mentioned in the previous posting). Our celebrity friend entah bagaimana kok bisa ngomong ke muka tegang kalo si Lika, actually, fell deep into him dan bersedia pindah agama demi si muka tegang. Sampe sempet menimbulkan chaotic situation between Lika, muka tegang dan pacar barunya. It was all because of our celeb friend, sebut aja namanya Sally.
Lika : Sally aku udah anggep kayak adek, tapi dia tega ngadudomba aku sama si muka tegang pake bilang aku rela pindah agama demi dia …
Me : uh hmm … *like listening to this story all over again!*
Lika : kalo aku mau pindah agama … Kayak nya mending aku ama Donny yang jelas2an aku pacaran bertahun2 dulu. Kalo aku mau pindah agama … Aku udah punya anak berapa sekarang??
Me : yah yaaa …. *as if l really interested in the story … Kinda complicated but well …*
Lika : never told anyone before but …
Me : ya?? *kok jadi deg2an ya?*
Like : aku sama muka tegang udah sempet … errrrr …. Kita waktu itu …. Errrr …. Intinya hampiirrrr aja! Cuman kita mikir, it’s gonna be very complicated lahhh ….
DAAAANGGGGGG … Saya seperti mau pingsan!!!

Saya langsung merem melek bingung karena baru tau kalo si muka tegang is in a complicated relationship, belum siap nikah dan INI …. Huhuhuhuhu …. Apa lagi iniiiii???

Somehow, Lika melanjutkan ceritanya …
Sempat terpikir oleh si muka tegang kalo mungkin dia mau nikah for status only. Toh pulang kantor udah malem …. Terus??

Hishhhhhh!!! Kata Lika! Dia bilang, it’s nice to go home to someone that you love. Si muka tegang setuju. Tapi it’s kinda difficult dengan si gadis kecilnya yang masih suka susah mingle ke keluarganya.

Menurut si Lika, sebenernya si muka tegang cuman butuh somebody yang bisa mingle gak cuma dengan dia tapi juga dengan keluarganya. Such a family man. *langsung mikir, kayaknya saya cocok heheheh*

Tapi deep down saya jadi mikir …. Jangan-jangan actually Lika or si Muka Tegang semacam saling memendam rasa. Karena mereka realize bahwa it’s gonna be complicated kalo mereka jadikan so …. They become a close friend. Heummmm … Suatu analisa yang masuk akal sebenernya. Duhhh … Saya jadi garuk-garuk bingung, nih!

Well … Well … Si Muka Tegang sudah on the way mudik ke sini. Can’t wait to see him … Tapi … Apa dia gak busy dengan si Jeng ketjil nya itu yaaa???

Posted with WordPress for BlackBerry.

Exploring him ….

This morning …. Baca twit si muka tegang …
“I wish our relationship isn’t as complicated as this Ơ̴̴̴͡.̮ Ơ̴̴̴̴͡ ”
*sigh* Terjawab sudah …

Assuming that he’s involved with someone and the relationship is in a complicated situation! Hmmmmm ….

Setelah direspon secara guyon oleh beberapa teman … Setelah melalui proses maju-mundur-maju …. Memantabkan hati dan juga pikiran … Akhirnya …
Me : Pak … Are you okay?
Him : hmm??
Me : kayaknya dirimu sedang dalam complicated situation ya?
Him : hihihihi … Masa sih??
Me : assuming from your twit sihhh … Yang complicated2 nongol pas ramadan … Cobaan.
Him : Yupz… Bener…..
Me : Kamu lagi long distance tah?
Him : Iyoooo
*DAAANGGGG!! Rasanya kayak ditampar tapi mencoba tenang*

Me : 😦 *icon cemberut* (oops gak sengaja)
Him : Lho knapa?
Me : Bikin puyeng ya?
Him : Ya cobaan di 10hr terakhir puasa 😀
Me : Iya lhoooo … Masya Allah …. Tapi at the same time miracle datang dari pintu yang tidak diduga2
Me : 10hr terakhir cobaan banyak ya biasanya?
Him : .آمِّينَ
Him : Yups yups
Me : anak sini?
Him : Yoii
Me : dia gak mau diajak nikah? (Melihat kecenderungan dia berpacaran dengan prempuan2 yang agak jauh beda umurnya. I mean, prempuan2 yang mentas abg).
Him : ✗ί✗ί✗ί✗ί ‎:p ✗ί✗ί✗ί✗ί ‎:p ✗ί✗ί✗ί✗ί ‎:p
Him : Aku yang belum berniat ke ‘sana’ sih.
Me : emang dia udah ngajakin merit? Kok jadi complicated?
Him : belum juga sich.
Me : atimu belum click ya pak?
Him : belum sih …
Me : ntar kan kalo ketemu click nya gak pake lama …
him : heheheh … Ok, thanks
Me : Kok thanks siiiiyyyy
Him : Ya thanks atas atensinya

*speechless* rasanya ….
Saya bingung kudu comment gimana?
All seem to be unplesant for me … Why? Pertama, dia sudah involved dengan seseorang. *sigh*
Kedua, he’s not YET into marriage thing *another big sigh*
He’s almost 36 and … I don’t know laaaa … Lagi-lagi … Kayaknya falling ke orang yang salah nih. Lhooo kok jadi judmental begini hehehehe … *ketawa sepet*

Me : But l still don’t know men lho pak? Umur almost 35 … Tapi aku belum bisa ngerti ekspektasi dan kemauan mereka.
Him : cowok tuh kalo dituruti gak ada abis nya lah jeng! (Lah dia ngaku??)
Me : haha … Bukannya cewek juga banyak maunya …
Him : masi ada bates nya laaaaa
Me : Tapi kadang aku mikir gini …. Kan bagusnya emang bisa saling kompromi. Tapi gatau lagi yaaaa??
Him : cowok lbh egois kali ya :p
Me : heumm … mungkin ya??Aku tuh pernah … Involve in a relationship yang sebegitunya. Dia gimana aja … Egois kayak model gimana juga … Aku ngikut ajah!
Ternyata didn’t work juga … Gak ono rumus sih ya?
Him : kalo ada rumus nya pasti nggak se complicated ngene jeng :p

That was it! Then … Now … Kami saling diam tidak berkomunikasi for 2 days! Perasaan tetep campur aduk … Shoud l go for him or just stop?

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ssssshhhh … Don’t tell anyone that you’re in love!

When you’re in love …. Huhuhuhuhu rasanyaaaaa … Beyond words can say! Segalanya berasa indah. Senyum selalu nempel … Most of the time perasaan menjadi sangat bergejolak tak keruan pengen bikin tereak … Aaaaaaaaa …….

In my case, that also happens almost all the time when I’m in love. Gelinjangan hati yang tak keruan itu membuat adrenaline pumping saat berinteraksi dengannya. Senyuman paling manis selalu tersungging di wajah sebagai pancaran hati yang lagi bahagia. Awesome kind of felling, isn’t it?

Tiap kali rasa itu muncul, kadang menjadi too much to take sehingga berbagi atau sharing ke orang2 terdekat menjadi hal yang lumrah. Orrr it isn’t?

Saya punya kecenderungan buat cerita or sharing dengan orang-orang terdekat saya tentang hal-hal begini. You know … Ladies’ talk! Kebahagian nan meletup-letup or kegundahgulanaan tentang si ‘dia’. Halaaaaahh … Bertambah umur ternyata tidak membuat saya lebih mandiri untuk urusan cinta. Rasa ingin berbagi senang, suntuk dan berbagai gundah gulana cinta selalu menggelora di dada.

Tapi yaaaa … Entah mengapa? Saya selalu merasa bahwa kalau saya cerita-cerita tentang my premature love story, jadinya akan selalu premature yang ended up gak ‘jadi’. I always knew that, tapinya saya yang suka gak tahan … You know how it feels laaaa …. Perasaan excited campur gemes, rasanya too much kalo dirasain sendiri. Kadang gemes sampe garuk-garuk aspal, tapi gak bisa ngomong ke yang bersangkutan, alhasil curhat session menjadi moment yang sangat berarti. Tapi yaaa … Gitu deee …

Apa iya ya … Kalo too many curhats bikin gak jadi? Hmmm … Gak tau juga ya? Apa too many opinions malah bikin bingung dan insecure? Hadeuhhhhh ….

This time, saya pengen coba. Keeping him only for my self. Keep the joy, the laughter dan all the other excitements! Rasanya … Aduhhhhh … Kalo kangen cekit2nyaaaaa. But let it be my own sensation, not others … Gosh! So difficult not to share …
Semoga this way … Saya bisa dapetin diaaaaa … Huhuhuhuuh …. Want him so bad!!

Posted with WordPress for BlackBerry.

People tend to do foolish things when they fall in love.

Saya yakin kalimat di atas dibuat bukan hanya karangan semata. As a matter of fact, saya bener2 ngalamin sendiri dan bikin saya terheran2, iiihhhh kok bisa ya? Ternyata bertambahnya usia tidak berbanding sejajar dengan kecerdasan cinta. Orrrr … Is it just me?? Hahahah

I’ve been in a single state of life for quite some times now. After a very long, winding and complicated relationship that has made a great impact in my love life. Saya berasa mixed feeling di sana sini. Di satu sisi, saya pengen cepet punya pasangan, tapi di sisi lain takut tersakiti. Pengen ngrasain hari2 saya diisi bersama si ‘dia’, tapi terlalu banyak ‘what if questions’ di benak saya saat proses pdkt, dll. *sigh*

Being in love is amazing! Berasa ada butterfly menggelitik all over. Kadang sensasi geli atau kadang clekit-clekit muncul di sana sini. Aaaaaaaa …. Rasanya bisa bikin senyam senyum terus. Efeknya, mood hati jadi senengggg terus. Ngerjain ini itu berasa ringan. Yang terpancar dari wajah kita cuman aura positif aja yang bikin orang sering bilang bahwa orang yang lagi jatuh cinta kliatan nampak cantik, menyenangkan dan banyak lainnya. Kalo kayak gini … Sapa sih yang gak mau jatuh cinta terus2an??

Saat saya jatuh cinta, somehow setelah umur saya sekian, saya seperti punya tombol alias switch yang anytime bisa saya pull saat things just don’t work out. Try to control my self agar tidak carried away sehingga saat things become unpleasant, all l need to do is switching off the button. Pengennyaaaaa sihhh …

Aaaaah … Tapi sepertinya hal tsb bikin proses cinta-cintaan jadi gak ngalir dengan asyik ya? Hmmmm … Sehingga most of the time, l just let things happened lengkap beserta cekit2nya. Walopun sering mbingungi sendiri in the proses.

Saya lately jadi sering ngerasa … Gampang falling in love. Ngeliat ada somebody oke, nyambung ngobrol … Langsung dehhh … Gampang banget diserbu kupu-kupu! Hahaha … Shallow! But then again, seperti juga rizki, kita tidak pernah menduga dari mana datang nya cinta. Walopun mostly end up saya yang kayaknya terkiwir2 dan yang the other party cuman being nice or just treat me like they treat others.

Aaaarrrrgghhhhhhhh …. Pikiran seperti ini unavoidable. Selalu muncul di momen-momen saya lagi seneng-senengan sama orang. Menyebalkan, isn’t it?

Mungkin karena saat jatuh cinta, kita (atau saya lebih tepatnya) tidak bisa berpikir straight, logika agak kurang jalan … Jadinya malah during the proses malah kayak nya salah-salah langkahhhh terus. Contoh nya saya, ada kecenderungan buat mbingungi karepe dewe dengan those ‘what if’ questions. Saat nervous, pasti saya meracau, ngobrolin yang enggak-enggak yang alhasil bikin jadi jayusssss ajaaa! Sounds silly … Even stupid. But that’s what usually happened. Mana kalo lagi falling …. Beuuhhhh!! Rasa melayang-layang and l always want to share my feeling that I’m in love.

This time … Seperti nya it happens again! *sigh*
Dengan proses yang tidak disengaja dan tanpa ekspektasi whatsoever. Saya sungguh-sungguh menahan diri this time untuk tidak being silly in the process.

Try very hard to keep it for my self, walau kadang tak tahan rasanya untuk tidak share my feeling via twitter/fb or just letting my best buddies know about how excited it is, tapi saya harus kuat! Gosh! It feels greattt … Yes, it is.

– posted from my mobile device® –

Padi yang semakin berisi semakin merunduk

This afternoon, anak-anak di team saya bilang pas saya balik dari wese, “Mbak Wig dicari Pak Sam tuh, diminta ikut miting. Ooo iya … jangan lupa bawa discount card buat tamunya.”

Ooo … Got it! Tumbenan … Pikir saya.

Ternyata, dua orang tamu si Sam adalah orang bank yang related to credit card thingy. Some kind of merchant division yang biasanya ngajakin kerja sama dengan vendor-vendor untuk memberikan benefit ke cardholder mereka.

Sepintas, si ibu yang satu ini nampak sangat PD like any other Sales Person. She’s nice though walaupun kePDannya agak over dan kadang agak pongah … sometimes I wish I have this kind of gift. (kedengeran suara si Jhanty tereak2 dari kejauhan hehehe).

Biarpun sering kali saya menemui hal-hal yang seperti ini …. tapi saya tak pernah berhenti terkagum-kagum when Sam’s the one who’s doing this dealing thing. I wish I could be more like him … halahh … gak mungkin, tapi being calm, confidence, smart and all that.

Sering kali saya merasa, anak-anak yang lebih junior dari saya sangat-sangat emosional when it comes to dealing with people. Grusa-grusu. Agak menunjukkan ‘power’ to get what they want eventhough in a soft way.  But, I’ve been here for almost 12 years and I can feel it.  Well …. tiap orang punya cara untuk mengGOAL kan target mereka.  Kalaupun caranya beda dari kita … sutra lah!

Tapi saya pasti terkagum-kagum, pada saat saya harus deal dengan orang yang sangat humble but straight to the point, walaupun pihak lawan kurang menyenangkan tapi masih bisa diserve dengan baik dan rendah hati. Most of all … yang saya amaze dari si Boss … pada saat si Mbak Bank ini bilang, “Nanti kalau boleh, saya minta nomer Pak Samuel untuk konfirmasi lebih lanjut. Nomer saya ada di kartu nama.”

Sam : *sambil lihat kartu namanya* “Sepertinya saya sudah punya nomer Anda, deh. Saya missed call ya?” (they’ve been in contact before)

Mbak Bank : *sambil bunyi HP nya dan nampak rikuh kok si boss besar punya nomer dia* “Sudah bapak, terima kasih.”

Saya : *nganga doang*

Si Boss gede selalu menganggap setiap orang as valuable customer. Berusaha mengingat nama setiap orang yang berhubungan dengan beliau (work or personal related), keep their numbers and furthermore … keep their birthdate.  Beberapa dari staff-staff lama even sempet bilang, “Yak ampun mbak Wig … Sam tuh luar biasa! Gw dah keluar kantor berapa tahun coba … ehhhh …. kemaren ultah masih di SMS slamat ultah.”

That’s him … Dia bisa aja jadi seseorang yang nampak powerful as he is the bigboss! Insteadddd … he’s just being humble, helpful and open to anyone … walaupun lately saya menengarai dia agak gampang nyolot apalagi kalo anak buah nya diperlakukan kurang proper oleh pihak luar or something like that ehehehh …

Saya pernah nanya … hmmm … Sam … How do you get all those energy to run this company and socialize with all those people and try to remember names and all ….

Sam : Gimana ya Wig … Dulu pas gw masih kerja di perusahaan asing, gw punya boss bule. Udah boss gede dia, gw kan masih kroco banget back then.  Trus, kita pernah satu lift and amazingly dia bilang, Hi Samuel! How’s the new job? Do you cope up well with everything here?” Since then, Wig … Gw kalo punya perusahaan sendiri, gw kudu bisa kayak dia.  He really made me feel special dan alhasil gw kerja keras banget buat dia.”

Oooo … gitu tooo …

It is not easy to put all our energy to to spread good things to our surrounding, but hey … It doesn’t matter if we can do it eventhough it’s only a little …. The amount will multiply itself and become a bigger form.

Targeting and Focusing part 1

Saya kok jadi terinspirasi dengan obrolan saya (again!) dengan Sonny. This time hanya menginspirasi saya buat bikin postingan yang mengenai Resolusi di 2010 ini. Memang sih agak telat, tapi well … gak ada kata terlambat sih.
Waaahhh … Apa niiiy?? Berhubungan dengan cinta?? Naaaah …. This time sih enggak. Saya pengen menuliskan plan yang sebenernya udah beberapa waktu ini saya angan-angan, eh kok pada saat tekad saya bulat, semua jalan tiba-tiba kebuka begitu aja. Contoh pertama pada saat kita sudah membulatkan tekad, segalanya akan dipermudah.
Jadi apa sih ini??? *kok dari tadi mbulet ajaaaa .. hehehe*

Let me start from something simple. Mengenai Focusing, Targeting, Making Plans … well I know it sounds like Marketing theories … but it’s true!

Awal muasal saya membulatkan tekad buat Focusing my mind terhadap plan-plan yang saya buat adalah dengan satu hal yang simple. Menata Meja Console depan kamar mandi kamar saya.

Whatt??

Yes … That was the turning point! Di suatu wiken nan santai, di saat tidak ada acara kantor dadakan, sidejob yang irresistable ataupun acara gaul yang tempting … I was just lying around my bed dan melihat meja console saya yang cuman jadi tempat yang fungsinya gak jelas. Pulang kantor, tas taroh situ. Abis sholat, mukena … brukkk … taroh situ. File kantor … gubraksss … di situ juga. Or … Abis baca koran … sliyutttt … teronggoklah dengan sakses di situ. OMG … You must’ve thought that my room is more as a pigsty instead of a descent place to live in. No no no … not that bad … Cuman rasanya stuck aja dengan kamar ini.

I’m not really a decorative kinda person. Sampe lebih 3 tahun saya pindah ke rumah ini, masih ada kerdus guedeee yang isinya dari kamar saya di rumah lama. Saya lebih menitikberatkan ke fungsional. Kadang ‘nyusuh’ (bahasa jawa : berantakan, kadang numpuk barang kurang penting) here and there. As long as it feels home sweet home … well enough lah walaupun saya suka kemecer kalo liat home furnishing. Ironic, ay? Saya very much enjoying myself kalau lagi pas lagi di toko home furnishing dari IKEA, Index sampe pernak-pernik di toko retail umum macem Carrefour ataupun Matahari. Gemes-gemes liat pernak pernik yang menurut saya gemesin. Then … apakah kegemesan saya membuat saya konsumtif membeli pernak-pernik? Jawabannya adalah .. TIDAK sama sekali. Why? Simple … With these following reasons :
1.Lucu semua, bingung mo beli yang mana?
2.Kalo udah beli, gimana cara natanya … Salah-salah gak beda jauh dari tumpukan barang-barang saya kayak kemaren-kemaren.
3.It’s not top priority! Many other things need to come first.

hmmmm … finally I’ve had enough! Saya pengen make-over!

1st attempt: main belanja aja … berharap sampe rumah langsung terpasang cantik.
Result: kecapekan, ilang mood make-over, ketiduran dan itu barang-barangan yang dibeli tertimbun di antara barang harian yang masih merajai si meja console! *sigh*
This condition last for almost two months! Dan berganti tahun …. instead of bener kayaknya malah makin ruwet aja si meja console. But, I didn’t care enough to stand up and clean up the whole mess. Sampe akhirnya obrolan via BBM yang inspirational itu membuat saya berpikir.
“I need to be focus and set my target!” sambil memicingkan mata ke arah meja console yang sudah mulei menumpuk itu.
2nd attempt : a more focus plan, target and concentrate!
Process: Detailed Planning -> Bersihin Meja, pajang Frame foto (hadiah ultah dari Mbakku), pajang vas (beli di index) plus isinya, pajang lampu tempel IKEA, pajang kotak bambu (gak inget sapa yang kasih) and another frame foto (dapet diskonan 40% and only cost me Rp. 20rb. Greaatt!).
Result: 80% done! Why not 100%? Everything went smoothly! Secara cepat dan teratur. 20% sisanya adalah … ternyata need more references on arranging the table dan juga … isinya kurang heheheh. But at least, I have started the process of focusing my mind and turned out that it effects my life a lottt!!

Being focus and setting up our target is really important to achieve something or to make our wishes come to reality! Semacem teori sih. Cuman krasa banget beda nya kalo dijalanin. 1st atttempt adalah usaha (need to appreciate it!) asal2an, pokoknya usaha deh! Alhasil, asal-asalan juga. 2nd attempt adalah usaha yang lebih terencana dan secara hasil nampak jelas bedanya. And the most important thing is … It feels good! I feel more organize and it can effect me in so many ways …. Hopefully for the good one! Amin!

howaheeem … ngantuksss …. *mo ngimpi ke bangkok, blanja interior thingies di chatuchak … mas Wisnu nyusul gak ya?? xixixixi*

(Again!) – posted from my mobile device® –

Note : pics were taken from :

http://www.home-designing.com/2009/07/ikea-2010-catalog

HIM (Again!) and his wifey!

Hmppfff … It’s been almost 2 years sejak pernikahan Sonny tapi sepertinya dia hampir tidak pernah putus hubungan dengan saya. Somehow, we have something in common yang hanya my thing and his thing yang sepertinya tidak bisa dibagi dengan orang lain, even itu istrinya.

If you think saya masih usaha … well well … ANDA SALAH BESAR. Sejak peristiwa berdarah (semacem lebay sekali …) almost two years ago, saya sudah terdetox dengan sendirinya. Walaupun (gobloknya) saya kliatan so so much happy tiap kali dia telpon or ketemu. *plaaaakkk*

Saya tetap berhubungan baik dengan keluarga besarnya, saya masih jalan sama si Ipus adeknya bahkan lumayan sering saya kasih job-joban buat jadi model produk yang saya potret dan amazingly dengan Danty, istrinya. Cerita apa lagi iniiii?? Sejak nikah, kalau pas lagi onshore, Sonny masih menyempatkan to contact me at least to catch up what’s going on, bahkan sempet mampir rumah waktu sepupu saya yang training consultant kantor dia berkunjung ke rumah saya. What a small world. Dengan Danty, saya ketemu lagi pas dia baru lahiran anak pertama mereka. Kebetulan si ibu dan calon jabang bayi diungsikan ke rumah bapak-ibu si Sonny, jadinya pada saat lahiran saya sempetin ke Bandung buat nengokin. Nice, ay?
Pas saya dateng … Sonny baru aja balik offshore paginya (DAMN pikir saya!). Si mamah dengan tangan terbuka, memeluk saya, “Wig, sombong sih lama gak main ke sini?”. Senyuman kecut saja yang muncul dari bibir saya. “Kata Ipus, kalian sering ketemuan?” (Ya iya lah … wong cuman beda kompleks ini!). “Ayo … ayooo … diliat itu bayine Sonny.”

Saya liat Danty di situ ….
“Dan … ini Mbak Wig, temen baiknya Mas Son mu”
Danty tersenyum dan mengangguk pada saya dan saya bales juga (masak iya mau saya cakar sih?).
“Aduhhh … babynya bobokkk. Namanya sapa nTe?” tanya saya ke si mamah (kok gak nanya ke Danty ya?)
“Hmmm … duhhh gak ngerti aku, Wig. Bapake wes offshore iki!” (note: gak tau aku, wig. Bapaknya udah offshore nih!)
Then … Danty mulei buka suara …
“errr … Mas Son bilang namanya Radit”
“ooo Radit ya? Udah namanya gitu lho nTe!” goda saya ke si mamah
“Lho aku gak ngerti yaaa ….”
“Boleh tak gendong, nTe?” (I did it again! kok nanya ke si mamah gak ke Danty??)
Danty again …
“err .. Iya mbak, gak papa.”
si Mamah …
“Gendong ajaaa … ben ketularan!”

*mo pengsan gara-gara sebel*
Akhirnya saya angkat tubuh bayi lelaki itu, “Cakepnya … Aduhhh bibir nya njedhirrr”
“Ehhh … enak aja cucuku dibilang njedhirr!!” Sambil mengatupkan si bibir supaya gak kliatan terlalu maju.

Di mana ada si mamah … suasana memang selalu heboh dan rame. Such a nice human being for a mother-in-law hahahha. Danty was overwhelmed melihat saya dan si mamah cerita back and forth mengenai ini itu. Dia hanya menjawab dengan lirih apabila ditanya. Didn’t really pay attention to that dan didn’t really know what to do on that situation.

The next time saya ketemu si Danty adalah saat saya dropped by ke rumah eyangnya Sonny sebelum saya ngantor beberapa bulan yang lalu. Sehari sebelumnya, temen-temen kampus sedang gathering dan kebetulan si Sonny kok pas telpon saya dan bilang dia lagi on the way dari Bandung. Langsung aja dong disambar anak-anak dan suruh dia dateng ke salah satu resto di town square itu.
Dengan berbagai macem alesan si Sonny refused to come. I really had no idea what was all about. Then, the next day saya sempatin mampir ke rumah eyang. Karena si Sonny lagi mandi, si mamah suruh saya masuk ke kamar. And Danty was there … a little warmer this time. “Hi Mbak apakabar??”
“Baik, Dan”
“Yukkk … silakan-silakan. Mas Son masih mandi nihhh … main sama Radit aja mbak.”
“iya iya …. aku gendong boleh ya Dan?”
Tak lama kemudian, Ipus dan kecil-kecilan anak adik si Sonny dateng, “Budheeeee ….”
Those adorable kids …. saya langsung peluk satu-satu …. foto-foto sama mas Radit (walau masih bayi, Radit kan secara urutan adalah yang tertua karena anak si sulung).

Then … *sriwingggg* bau wangi yang familiar …. “Wig …” terdengan suara yang dalem itu!
gubrakks … saya hampir kejedot ujung rak.
“Hey Son …” kissed me on my cheek sambil saya gendong anaknya.

TARIK NAPAS PANJANG … CONTROLLL … CONTROLL …

“Heh … ditungguin anak-anak lho kemaren!”
“Dia bilang masuk angin tuh mbak, abis nyetir dari Bandung!”
“Padahal kita tungguin ampe malem lho, Dan.”
“Ampunn buuu … ampunnn! sumpah gw gak bakal enjoy di sana, scr gw masuk angin beratttt!”
“Alesan!”

Instead … malah saya malah lanjutin ngobrol sama Danty dan Ipus. I guess … it’s a happy ending dan starting a new chapter to all of us.

Few days ago … Ada message masuk ke blackberry saya …
Him :Wig … sibuk?
me :Usual stuff. Why?
him :bikinin resignation letter dong! (seperti saya dulu bikinin application letternya)
me :mo keluar, Son? Why?
him :heheheh … dipindah ke HQ, jadinya formality kudu resign dari cabang dan re-apply ke HQ.
me : marvelous! Keknya cocok di situ ya?
him : try to enjoy it!
me : kok try? brarti you don’t really enjoy it there.
him : sometimes bosen kan ada, tapi … diusahakan yang the best lah sama fokus with what we want! Pasti dapet!
me : like … marriage, can it be planned, Son? *deg! saya juga gak nyangka bakal nulis begini*
lamaaa dia gak jawab, saya sudah all over the office
then .. centung!
him : Niatkan untuk ibadah, Wig. that’s it! Focus and concentrate on that. Dan siapkan hati.
me : hmmm …. (always short tapi menurut saya selalu kena).

Then, just now ada SMS masuk.
“Mbak Wig, ini Danty istri Sonny, boleh BBM mbak Wig?”
“boleh, Dan.”

Tak berapa lama …
her : Mbak Wiggg …
me : Kenapa Dan?
her : Mo kasih surprise buat mas Son, nih.
me : oiyaa … lusa atau lusanya lagi ya? *daaang … ketauan masi inget bday nya*
her : iya … tp di Bandung aja ya? Biar surprise nya ada bapak-ibu!
me : trus?
her : kontakin temen-temennya mas Son ya mbak … biar seru, kan bisa sekalian reunian tuh.
me : aturable neng.

Awh well … that’s all my update between me, him and his wifey. All’s good … saya jadi lumayan sering FB2an dengan the wifey waktu saya masih gak males FBan. Beneran ‘kan saya bisa mendetox diri dari Sonny? ahahhaah ….

Cinta yang Salah atau Salah Cinta?

Duh Gusti, cinta adalah anugrah … Cinta adalah hal yang menurut hamba indah walaupun terkadang terjadi pertumpahan air mata di sana sini.  Air mata duka maupun bahagia adalah bagian dari Cinta.

Hmppffffhhhh! Cinta is olweyz a nice topic to be discussed at any time any moment and any occassion!

Seharian ini saja, dua topik cinta telah mendarat ke pangkuan saya. Tumben-tumbenan saya sempet buka salah satu jejaring sosial yang biasanya nancep di blackberry saya (yang saya sendiri sudah males ngeceknya), saya cek di laptop.  Hari ini bisa dibilang agak aneh, dibilang relaxed tapi kok baru sempet buka laptop hampir jam 2.  Tapi dibilang hectic, I felt so relaxed doing my stuff one step at a time … halahhhh … malah sempet-sempetnya FBan, twitting dll.

During checking one of them, saya terpekur melihat status salah satu dear friend yang sudah kayak adik sendiri itu … Si Wuri Ardianti. Status nya baru saja berganti dari single ke in a relationship with someone. When I clicked this someone … ternyata profile nya gak dilocked and he also put in a relationship status with Wuri Ardianti in his status.  *miringin kepala ke kiri* So Sweetttt!! (oh God, I acted like ABG blingsatan yang hepi liat temennya baru jadian dengan someone).

Just picked my phone and called her.  I was ready to shout dan jawaban dari sebrang, “Halo … maaf dengan siapa?” dengan suara super lirih.
Me    : Wiggy, Wur!
Wuri    : eh Mbak Wig, pake nomer lain!
Me    : miting ya?
Wuri    : he’eh … call you back ya.

DAAANGGGGG!!! Excitement saya langsung anjlok rasanya!

Afterwards, saya kelelep kerjaan lagi. Krang kring … kanan kiri depan belakang, ke ruangan Sammy (boss saya) yang butuh ini itu. Ngurusin anak buah saya yang mau cuti besok.  Juggling my day as usual … then … tulululutttttt
Wuri    : Mbak Wigggggg
Me    : ihhhiyyyyy!!! Ada yang jadian gak bilang-bilang!
Wuri    : Aduh mbak Wiggg … gak brani bilang apa-apa dulu dehh.
Me    : Kok gitu sih?? It’s good!! It’s a very good news lhooo …
Wuri    : Gak disangka gak diduga dan kejadiannya cepet banget!
Me    : Iyaaa … over 1 weekend ke Jawa Tengah kok balik bawa relationship?
Wuri    : Nah tuh diaaaa!! Inget anak milis si koko Hadi? Si mas ini temen SMA nya dia!
Me    : Perjodohan??
Wuri    : errrr … gimana ya? Hmmm … iyaaaa …
Me    : Hiyaaaaaa … pas bangettt??
Wuri    : Doa nya aja Mbak … aku kemaren ketemu bapak ibu nya … pas mo balik sini kok si ibu bilang, Wuri, kapan kami bisa ketemu orang tuamu.
Me     : Soon darling soon!
Wuri    : Mbakkk wigggg … aku deg-degannn

Frankly speaking saya cukup surprise dia bisa ketemu someone so soon.  She just had a rough top knotch relationship! She has a tendency to get involve with somebody else’s husband! Whaaaattt??? Yessss!!! That’s what happened with her life all this years! It’s not that she’s being a flirt to those guys, tapi entah mengapa dia selalu ended up dengan seseorang yang sudah menikah. Memang pernikahan those guys sudah di ambang kehancuran (seperti cerita-cerita pada umumnya).  Cowoknya yang dulu sudah pisah rumah dengan istrinya for more than 5 years tapi si istri tidak mau cerai karena she’s a high rank navy officer.  Pernikahan status kinda thing.  Dan her recent boy friend, 11-12 sama yang dulu.  Sudah pisah rumah for 2 years, beristrikan wanita bertangan besi.
Wuri    : Love comes when you least expect it, Mbak!
Me    : Hmmm …
Wuri    : Aku masih mikir si Harley terus pas he came along …. Tapi karena pelan-pelan aku coba … ya gitu deh!
Me    : ya ya ya … basically I’m happy for you, dear.
Wuri    : Thanks mbakyu … semoga good things also happen to you …
CLICK! Dalam hati saya hanya berdoa, semoga it’ll work out this time.

Pas on the way out from my lobby, ada telpon masuk.  My dearest friend from Junior high, Ambalika Kusuma. Dia kasih update mengenai event (side job) yang akan kami kerjakan this weekend. Someway, somehow, I could feel something different from her voice!
Me    : Kamu flu bu?
Lika    : Enggaaakk
Me    : Gak beres kamu!
Lika    : Enggakk … *sambil sentrap-sentrup*
Me    : Kalo gak flu? Oh No! Kamu kenapaaaa???
Lika    : Enggaaaakkk … huhuhuhuhuh

Yaaaa … dia nangis dehhh!!!  I could act like I am the most thoughtful and understanding person in the whole wide world.  Instead ….
Me    : Bagus deh nelpon dari pada cuman ngebatin gw dan bikin gw jungkir balik gak jelas kenapa?
She did this once a long time ago about 10 years ago.  Jadi dia patah hati, nangis-nangis gila, dan ngebatin saya, “Wiggy, I need you … Call me!” Pas saya lagi outbound kantor. Somehow, saya jadi uring-uringan pas outbound itu. 3 hari kayak gila.  Begitu saya sampe … saya telpon Lika dan … that was what happened.

Lika    : Gila ya buuu …. Umur 35 dan urusan cinta-cintaan tetep bisa bikin gw nangis bombay gilaaaaaaaaaa *sesenggukan this time*
Me    : Ya emang gitu rasanya! Barusan kita ngobrol kan bu? Apa kalo cinta bikin kita nangis terus kita akan menghindar?
Lika    : Right!
Me    : kita udah tau resiko nya, and we did it anyway … so?
Lika    : Iya …
Me    : Harus dilewati, harus dijalani, harus dinikmati.
Lika    : He’eh
Me    : I’ll call you kalo udah sampe rumah ya …

As soon as I got home … Had a very quick dinner karena saya gak sabar banget pengen tau what went wrong with my friend ini.
Like    : heeyyy …
Me    : aaah … suaranya udah mendingan. Udah bisa ketawa?
Lika    : hahahhaah … udah ditembak pake indomie telor plus lots of lots of cabe!
Me    : Dasar murahan! Tangisanmu cuman ditebus pake semangkok indomie pedes doang …
Lika    : hehehehe …
Me    : So … what is it this time?
Lika    : Gw udah mati rasa Wig dari jaman bubaran sama si Farid dulu! Tapi this guy showed me gw masih punya rasa! Masih punya cinta Wig.
Me    : Bagus duongs! Ngapain nangis kalo gitu??
Lika    : *mulei berat lagi suaranya* huhuhuhu … kejadian terulang kembaliiiii!!! Beda agamaaaaa … Kenapa ya kalo seagama gw mesti gak meant to be ajah.  Kayak gw ama Farid dulu … Kalo kita bisa dan mau jalan sendiri2, anak gw udah umur berapa sekarang, Wig!
Me    : Hmmm … This time gak bisa jalan sendiri-sendiri kayak plan lo ama si Farid dulu?
Lika    : hmmppffhhhh! Sekarang gw mo lebih selfish Wig. Mungkin gw ama calon gw bisa-bisa aja kalo mo diniatin jalan sendiri-sendiri, tapi anak-anak kita ntar gimana? Pasti gw ama suami mau saling ngajarin agama kita masing-masing. I can be very selfish on this one, Wig.
Me    : Right, Ka! Gabisa dipaksain, deh! Can’t say I know how you feel because I don’t, dear! Just hang in there, honey!
Lika    : I know … sakiiittt wigg!
Me    : Been there and done that … urusan cinta-cintaan emang bikin sakit tapi nyandu yak? heheheheh …. *plaaak*

Love love loveeee .. melulu! Jadi inget acara di MTV pertengahan 90an yang isinya love meluluuuu!! Never ending topic, indeed!
Saya berasa kaya dengan mendengarkan banyak kisah cinta yang saksesful maupun yang harus direview keberadaannya.  Herannya … saya juga gak berasa tambah pinter juga ahahahahh … But then again, that’s life.  No fixed formula for such thing.  Awh well … ngantuk, ngantuk aaah!!

Protected: Dari Postingan lama yang lupa belum terpublished!

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Try to Write again!

Yes, indeed! Udah lamaaaa banget saya gak nulis, ngeblog whatever it is. Mungkin ini ya yang namanya writer’s block? Hahaha … I know that I’m not yet a writter but well … Agak begaya dikit boleh dong?

Tadi malem sebelum tidur, saya went over all my postings, saya sampe geleng-geleng kepala … Garuk-garuk aspal banget sih? Ahahaahaha … Still is though. Tapi saya amazed juga, kok bisa meluangkan waktu buat posting gila2an, while sekarang kayaknya waktu sudah terpetak2 dengan sangat padatnya. Perhaps l wasn’t that busy a year ago. Writer’s block tersebut tidak hanya dalam hal blogging, tapi juga urusan thesis saya yang gak beres-beres. What??? Ehm ehm … Iya bener. Gatau deh, keknya berasa bodoh dunno what to write hehehe.

Anyway, this is something that becomes quite a topic among my classmates. Emang sih belum semua lulus. Cuman yang baru2 lulus kok seperti kena sindrom *pongahtiadatara*. Well … Actually it is okay, they earned it, they deserved it! Me? Entah sekedar sirik or just sebel liat polah lebay bapak2 itu (ibu2nya baru ada satu yang lulus dan acted biasa2 saja). Contoh nya seperti di milis angkatan yang seperti kasi tips singkat tapi gak jelas menghadapi sidang, tapi at the end … Yang biasanya tanpa siggy tiba2 ada tulisan:
Rgds,
ES, MBA.

As usual, I’ve never had any wish nor intention to entertain such action, akhirnya saya malah ngebahas postingan si mas-mas ganggu ini dengan detail. Sampe akhirnya ada temen yang reply,
“Mbak … Itu isi postingan hanya formalitas. The real one adalah si Mas ES hatinya tak sanggup menahan kebahagiaan kalo dia udah lulus, makanya ada MBA nya tuh di belakang.”

Me …. Once again …. Perlu ya gelarnya dipasang-pasang. Ahahaahha …..

Hope this first posting after quite some times leads me to more postings!

– posted from my mobile device® –

Blog at WordPress.com.