Mixed Feelings … Entah Mengapa?

At the usual kafe.

Meet up with some old fellows from highschool.

Been a pretty hard day! Minggu-minggu kudu on duty nyiapin materi iklan, stock foto buat Marketing. Eh pulangnya masi kudu dateng kumpul2 SMP gara-gara menjelang long wiken dan everyone’s apparently in town.

I was quite upset already karena udah capek, pake acara pada telat. I was ready to leave kalo jam 8 pada gak dateng. Well … Undangannya jam 6 lho ya!!! Abis Maghrib saya meluncur dari kafe satunya (punya another friend yang memang nyaman buat jadi tempat transit sehari-hari saya). I just found a set of table with reserved sign on it. Ternyata merèka baru berdatangan sátu per satu around 7.30 PM.

Hm … Ternyata Muka Tegang (remember him?) gabung with the crowds. Damn! Terakhir ketemu pas around Lebaran 2010, eh gak ding early this year sempet ketemu. Anyway …. Saya duduk di ujung balcony berasa mati gaya gara-gara kecapekan dan gara-gara lihat dia. I spent that holy jolly night by doing things on my laptop, bikin daftar isi tesis, bantuin temen cek FBnya. Silly!

Entah mengapa, pandangan saya gak bisa beralih darinya. Dia nampak lebih matang dan percaya diri daripada sebelumnya. Couldn’t deny kalo saya gak ser-ser an liat dia. Lelaki matang, hampir 36 tahun. Sedikit tersempil uban di sela-sela rambut cepaknya. Kacamata minus Rip Curl berhasil membuatnya tampak beberapa tahun lebih muda. Dengan poloshirt hitam dia nampak comfortable di antara teman-teman kami yang berkelakuan sangat ‘dewasa’ itu. Hahahahah ….

Entah mengapa …. Saya berasa kesal sekali sama si Muka Tegang. That time was to the max! He was just a few seats away yet so unreachable. Deep down, saya merasa tak tahan untuk tak merengkuhnya. Ingin dekat dengannya. Menyuapinya makan, karena dia sibuk dengan krucils anak-anak teman kami. Atau sekedar ngobrol hal-hal yang bikin saya senyum, tukar pikiran, dll. Sebelnya sampe to my blood stream. I was so upset! Even up to now … It’s still unresolveable.

Seperti anak kecil, saya gondok aja yang gak mau ngajak ngomong dia. well … ngomong seperlunya misalnya manggilin temen sebelah dia or things like, pass me the salt please. Tapi saya tetep juga curi-curi pandang ke dia. Kadang saya ngerasa dia kayak curi-curi juga ke saya, but I just ignored the feeling.

I never thought that I could be this upset. Really!! I mean … Kalo urusan suka-sukaan, satunya suka terus gak berbalas …. harusnya biasa aja kali ya? Why so serious? Why so upset?? This time …. saya sendiri masih bingung?? Entah mengapa? Apakah karena he’s so feasible yet unreachable.  Muka tegang adalah suatu target yang feasible sekali (menurut saya).  We’ve been friends for 20 years, kami cocok ngobrol bersama, saya tau lingkungannya begitupun sebaliknya, kita saling kenal teman masing-masing dan beberapa bagian dari keluarga kami.  But things just didn’t work as I thought, those elements I mentioned above are not enough. Or perhaps … ya he’s simply not into me. I don’t see any reason why he should say NO to all those qualifications, but I realize that those elements perhaps are not good enough to make him into me. But still … it upsets me big time! Kasarnya saya pengen tereak di kuping dia …. WHY-oh-WHY?? What’s wrong with me? Which part of ME yang tidak cocok buat kamu??

As usual, I alway try to analyze things …. Apakah deep down, ego yang sedang bicara karena saya merasa tercampakkan? Cinta yang bicara di antara kepingan-kepingan yang runtuh atau saya, hanya saya, yang bicara dan mengungkapkan segalam macam kesebalan saya terhadap kisah tak sampai ini.

I don’t know? I really can’t tell the result of my analysis. I just know that I feel so much upset (again!). dammmnn!! Hebat banget sih dia …. bisa bikin saya kayak gini. *mukasebal*

Advertisements

4 thoughts on “Mixed Feelings … Entah Mengapa?

  1. Kasarnya saya pengen tereak di kuping dia …. WHY-oh-WHY?? What’s wrong with me? Which part of ME yang tidak cocok buat kamu??

    Tidak perlu tanyain ke dia mbak.. Dia sendiri alamat lagi bertanya2, apa sebenarnya yang dia rasain ke kamu.. Masih belum jejak juga kayanya doi #sotoy #senyamsenyum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: