Upset to the MAX!

Buat yang belum baca, better di click dulu dari pada bingung bacanya gak ngelink or apa sih upset kok diposting-posting?

Today, eh … actually udah dari waktu kumpul-kumpul SMP weekend kemaren, kita dapat info kalo Ayah dari teman kami sedang kritis dan sudah di ICU. Karena Harpitnas saya tetep masuk, akhirnya saya putuskan buat bezoek hari ini dengan Lika.  Karena teman-teman SMP masih pengen ketemu-ketemu, tapi saya mikir … ahhhh …. harus disempetin kok karena bezoek orang sakit.

Saya pas mau berangkat masih kepikir, ini acara ngebaksonya jadinya di mana jam berapa ya? Tried to contact temen-temen yang lain. Mostly tidak terjawab.  Well … understandable lah. Hari libur, kenapa juga bangun terlalu pagi. Terpaksalah saya BBM si Muka Tegang.

Me : Oom, ntar ngebaksonya jadi? Di mana? Aku susul abis bezoek.
Him : Bezoek sapa?
Me : Bapaknya Chacha.
Him : Jam berapa? Masih sakit?
Me : Di ICU, pas kita gathering wiken kemaren udah kritis katanya.
Him : Hmmmm …. Pengen ikut.
Me : Are you ready in 20 minutes? (berpikir dia tinggal mobilnya di Yogya)
Him : Aku susul ke ICU aja ya? Aku bawa motor.
Me : OKE … aku kabarin kalo meluncur dari Lika.

That was it …. I don’t want to offer further buat samperin dia sebelum ke RS or things.

Sampai di RS, saya masih ngobrol-ngobrol denga Chacha dan Ibunya mengenai kondisi Bapak yang sudah dropping sekali, Ibu akan menjual rumah Belanda milik keluarga besar mereka yang ada di jalan protokol dan berpindah ke dekat rumah Mamie saya, sampai terdengar telpon untuk Lika, “Iya … paviliun Melati. Masuk aja.” Hmmm …. dateng nih dia, itu pikir saya.

Dia masuk dengan jaket softball coklat kebesarannya dan teteup dengan kacamata RipCurl yang memberi sedikit korting pada umurnya yang hampir 36 itu. Saya cuman liat sepintas tanpa banyak mengacuhkannya sampai dia berkata, “Aku BBM kok gak dibales?”.  Saya kaget (seriously) sambil ambil BlackBerry saya. Ternyata ada tulisan …

Him : Sebelah mana?
Him : Aku di luar.
Him : Hallo ….
PING!!!

“Oopss … Maaf. Saya kalo lagi sosialisasi dunia nyata, gak nyenggol2 BB pak.” elak saya.

Akhirnya … Jadilah kami ngebakso sambil sedikit memaksa Chacha untuk gabung, “Ayolah Cha. Kamu harus makan lah. Ibu sama Dinda kan di sini. Kita makan ke bakso SMP aja kok. Gak jauh ini.” Love it when he’s in control of any situation. Beberapa teman sudah ada di sana. Dengan membawa mobil, I let him drive the car.  Again … I always love the way he drives. He’s into automotive things a lot. Saya inget dia dulu selalu kasih tips and tricks mobil, dll. HHHhrrrrrrrrr … Sebellll!!

Sampai di tempat bu bakso …. ternyata cuman 2 ibu gembul yang sudah menanti kami. eh ada 1 bapak gembul suami si ibu gembul. Agak memalukan pertemuan kami yang seru itu. Cerita-cerita rusuh masa SMP keluar semua. Gimana ibu-ibu gembul itu godain si Muka Tegang dengan Lika yang kebetulan duduk sebelahan. Oh Goodness! If they only knew …. How would that make me feel? Gosh! Again … I was only two seats away from him, yet so unreachable.

Tak tahan saya untuk tidak memperhatikan tangan kiri yang memegang perseneling, sedikit ke wajahnya, sedikit ke rambutnya yang mulai beruban itu, kacamata rip curl itu dan jacket softball coklat kebesarannya. Saya hanya pengen tereak, “I’m here!!!! Don’t you get it!!!”

Kenapa harus kamu sih?? Kenapa juga kok saya berasa sedemikian heboh terhadapmu? Kenapa watching you begitu menyakitkan buatku?

Sampai kembali di RS, kami yang awalnya hendak parkir di tempat parkir umum, akhirnya mendaratkan mobil di parkir dinas RS itu.  Chacha simply said, “Bapakku mesti parkir di daerah sini kok.” Damnnn …. Iya aja Prof. Permadi, bapak si Chacha adalah dokter specialis senior di RS itu. 

As soon as we got off the car, Muka Tegang buru-buru harus berlalu karena dia harus prepare to go back to Yogya. Salaman, peluk & cipika cipika di alamatkan ke seluruh peserta yang kembali ke RS, Chacha, Lika, Bu Gembul1, bu Gembul2 dan even Pak Gembul except ME!!! Whattaaaa ….. I was like …. Do you hate me that much sampe pamit pun OGAH??? Am I that disturbing to youuuuu sampe you want to stay away so bad from me??? Or …. You know there’s something going on inside me to you and you just feel uncomfortable over it. DAMN YOU again!!! Kalau emang gak ada apa-apa …. Hey … Come onnnn … We’re over 35 now!! Don’t act like those teenagers. *finally sobbing!!*

I just don’t get it!! I just don’t get it …. So many things that I just don’t get it! You, Me and US? Ooops … there’s no US just yet!

Advertisements

Mixed Feelings … Entah Mengapa?

At the usual kafe.

Meet up with some old fellows from highschool.

Been a pretty hard day! Minggu-minggu kudu on duty nyiapin materi iklan, stock foto buat Marketing. Eh pulangnya masi kudu dateng kumpul2 SMP gara-gara menjelang long wiken dan everyone’s apparently in town.

I was quite upset already karena udah capek, pake acara pada telat. I was ready to leave kalo jam 8 pada gak dateng. Well … Undangannya jam 6 lho ya!!! Abis Maghrib saya meluncur dari kafe satunya (punya another friend yang memang nyaman buat jadi tempat transit sehari-hari saya). I just found a set of table with reserved sign on it. Ternyata merèka baru berdatangan sátu per satu around 7.30 PM.

Hm … Ternyata Muka Tegang (remember him?) gabung with the crowds. Damn! Terakhir ketemu pas around Lebaran 2010, eh gak ding early this year sempet ketemu. Anyway …. Saya duduk di ujung balcony berasa mati gaya gara-gara kecapekan dan gara-gara lihat dia. I spent that holy jolly night by doing things on my laptop, bikin daftar isi tesis, bantuin temen cek FBnya. Silly!

Entah mengapa, pandangan saya gak bisa beralih darinya. Dia nampak lebih matang dan percaya diri daripada sebelumnya. Couldn’t deny kalo saya gak ser-ser an liat dia. Lelaki matang, hampir 36 tahun. Sedikit tersempil uban di sela-sela rambut cepaknya. Kacamata minus Rip Curl berhasil membuatnya tampak beberapa tahun lebih muda. Dengan poloshirt hitam dia nampak comfortable di antara teman-teman kami yang berkelakuan sangat ‘dewasa’ itu. Hahahahah ….

Entah mengapa …. Saya berasa kesal sekali sama si Muka Tegang. That time was to the max! He was just a few seats away yet so unreachable. Deep down, saya merasa tak tahan untuk tak merengkuhnya. Ingin dekat dengannya. Menyuapinya makan, karena dia sibuk dengan krucils anak-anak teman kami. Atau sekedar ngobrol hal-hal yang bikin saya senyum, tukar pikiran, dll. Sebelnya sampe to my blood stream. I was so upset! Even up to now … It’s still unresolveable.

Seperti anak kecil, saya gondok aja yang gak mau ngajak ngomong dia. well … ngomong seperlunya misalnya manggilin temen sebelah dia or things like, pass me the salt please. Tapi saya tetep juga curi-curi pandang ke dia. Kadang saya ngerasa dia kayak curi-curi juga ke saya, but I just ignored the feeling.

I never thought that I could be this upset. Really!! I mean … Kalo urusan suka-sukaan, satunya suka terus gak berbalas …. harusnya biasa aja kali ya? Why so serious? Why so upset?? This time …. saya sendiri masih bingung?? Entah mengapa? Apakah karena he’s so feasible yet unreachable.  Muka tegang adalah suatu target yang feasible sekali (menurut saya).  We’ve been friends for 20 years, kami cocok ngobrol bersama, saya tau lingkungannya begitupun sebaliknya, kita saling kenal teman masing-masing dan beberapa bagian dari keluarga kami.  But things just didn’t work as I thought, those elements I mentioned above are not enough. Or perhaps … ya he’s simply not into me. I don’t see any reason why he should say NO to all those qualifications, but I realize that those elements perhaps are not good enough to make him into me. But still … it upsets me big time! Kasarnya saya pengen tereak di kuping dia …. WHY-oh-WHY?? What’s wrong with me? Which part of ME yang tidak cocok buat kamu??

As usual, I alway try to analyze things …. Apakah deep down, ego yang sedang bicara karena saya merasa tercampakkan? Cinta yang bicara di antara kepingan-kepingan yang runtuh atau saya, hanya saya, yang bicara dan mengungkapkan segalam macam kesebalan saya terhadap kisah tak sampai ini.

I don’t know? I really can’t tell the result of my analysis. I just know that I feel so much upset (again!). dammmnn!! Hebat banget sih dia …. bisa bikin saya kayak gini. *mukasebal*

Blog at WordPress.com.