Targeting and Focusing part 1

Saya kok jadi terinspirasi dengan obrolan saya (again!) dengan Sonny. This time hanya menginspirasi saya buat bikin postingan yang mengenai Resolusi di 2010 ini. Memang sih agak telat, tapi well … gak ada kata terlambat sih.
Waaahhh … Apa niiiy?? Berhubungan dengan cinta?? Naaaah …. This time sih enggak. Saya pengen menuliskan plan yang sebenernya udah beberapa waktu ini saya angan-angan, eh kok pada saat tekad saya bulat, semua jalan tiba-tiba kebuka begitu aja. Contoh pertama pada saat kita sudah membulatkan tekad, segalanya akan dipermudah.
Jadi apa sih ini??? *kok dari tadi mbulet ajaaaa .. hehehe*

Let me start from something simple. Mengenai Focusing, Targeting, Making Plans … well I know it sounds like Marketing theories … but it’s true!

Awal muasal saya membulatkan tekad buat Focusing my mind terhadap plan-plan yang saya buat adalah dengan satu hal yang simple. Menata Meja Console depan kamar mandi kamar saya.

Whatt??

Yes … That was the turning point! Di suatu wiken nan santai, di saat tidak ada acara kantor dadakan, sidejob yang irresistable ataupun acara gaul yang tempting … I was just lying around my bed dan melihat meja console saya yang cuman jadi tempat yang fungsinya gak jelas. Pulang kantor, tas taroh situ. Abis sholat, mukena … brukkk … taroh situ. File kantor … gubraksss … di situ juga. Or … Abis baca koran … sliyutttt … teronggoklah dengan sakses di situ. OMG … You must’ve thought that my room is more as a pigsty instead of a descent place to live in. No no no … not that bad … Cuman rasanya stuck aja dengan kamar ini.

I’m not really a decorative kinda person. Sampe lebih 3 tahun saya pindah ke rumah ini, masih ada kerdus guedeee yang isinya dari kamar saya di rumah lama. Saya lebih menitikberatkan ke fungsional. Kadang ‘nyusuh’ (bahasa jawa : berantakan, kadang numpuk barang kurang penting) here and there. As long as it feels home sweet home … well enough lah walaupun saya suka kemecer kalo liat home furnishing. Ironic, ay? Saya very much enjoying myself kalau lagi pas lagi di toko home furnishing dari IKEA, Index sampe pernak-pernik di toko retail umum macem Carrefour ataupun Matahari. Gemes-gemes liat pernak pernik yang menurut saya gemesin. Then … apakah kegemesan saya membuat saya konsumtif membeli pernak-pernik? Jawabannya adalah .. TIDAK sama sekali. Why? Simple … With these following reasons :
1.Lucu semua, bingung mo beli yang mana?
2.Kalo udah beli, gimana cara natanya … Salah-salah gak beda jauh dari tumpukan barang-barang saya kayak kemaren-kemaren.
3.It’s not top priority! Many other things need to come first.

hmmmm … finally I’ve had enough! Saya pengen make-over!

1st attempt: main belanja aja … berharap sampe rumah langsung terpasang cantik.
Result: kecapekan, ilang mood make-over, ketiduran dan itu barang-barangan yang dibeli tertimbun di antara barang harian yang masih merajai si meja console! *sigh*
This condition last for almost two months! Dan berganti tahun …. instead of bener kayaknya malah makin ruwet aja si meja console. But, I didn’t care enough to stand up and clean up the whole mess. Sampe akhirnya obrolan via BBM yang inspirational itu membuat saya berpikir.
“I need to be focus and set my target!” sambil memicingkan mata ke arah meja console yang sudah mulei menumpuk itu.
2nd attempt : a more focus plan, target and concentrate!
Process: Detailed Planning -> Bersihin Meja, pajang Frame foto (hadiah ultah dari Mbakku), pajang vas (beli di index) plus isinya, pajang lampu tempel IKEA, pajang kotak bambu (gak inget sapa yang kasih) and another frame foto (dapet diskonan 40% and only cost me Rp. 20rb. Greaatt!).
Result: 80% done! Why not 100%? Everything went smoothly! Secara cepat dan teratur. 20% sisanya adalah … ternyata need more references on arranging the table dan juga … isinya kurang heheheh. But at least, I have started the process of focusing my mind and turned out that it effects my life a lottt!!

Being focus and setting up our target is really important to achieve something or to make our wishes come to reality! Semacem teori sih. Cuman krasa banget beda nya kalo dijalanin. 1st atttempt adalah usaha (need to appreciate it!) asal2an, pokoknya usaha deh! Alhasil, asal-asalan juga. 2nd attempt adalah usaha yang lebih terencana dan secara hasil nampak jelas bedanya. And the most important thing is … It feels good! I feel more organize and it can effect me in so many ways …. Hopefully for the good one! Amin!

howaheeem … ngantuksss …. *mo ngimpi ke bangkok, blanja interior thingies di chatuchak … mas Wisnu nyusul gak ya?? xixixixi*

(Again!) – posted from my mobile device® –

Note : pics were taken from :

http://www.home-designing.com/2009/07/ikea-2010-catalog

Advertisements

7 thoughts on “Targeting and Focusing part 1

  1. Ow dear God, indeed buk, your room is one of the messiest woman-bedroom I’ve ever slept in! Hahahaha. Aku sampek sempet berhasrat kudu beberes saben sleepover at your place. You know Naomi? Si Miss Uganda itu? Yah, sama deh kamarnya kyk kamarmu, hihihi. To be honest with you, aku juga bukan tipikal yg rajin beberes kok. Bagiku: asal kamar itu nyaman ditiduri and I don’t find any difficulty in finding my belongings, ya udah aja deh. But you know my mom! Beliau-lah yg senantiasa membereskan kamarku sampai rapi-pi. But that was an old habit. Setelah married, mau gak mau aku kudu rajin beberes kamar coz I don’t live in it alone anymore. Boss bisa marah kalo kamar berantakan! :D’
    Indee

  2. Aihhh, cita2 yg mahal kayaknya. Tapi kalo nemu tukang yg bagus, dan pinter re-lay out kamar, bisa jadi keren juga, dgn budget minimalis 😀

    Soooo… saya doain deh, semoga tercita capai-capainya… LOL

    • rencananya mau dilakukan sendiri, mbak. Tanpa additional tukang heheheeh … hemat biaya. Tapi ya itu … harus sering-sering dulu browsing ideas di interior magazines dan serupanya …

      Thanks for visiting back!

  3. Hmm.. Seperti biasa, postingan sederhana yang bisa diambil hikmahnya. Apa itu? Kata-katamu yang ini mbakk,

    “Being focus and setting up our target is really important to achieve something or to make our wishes come to reality! Semacem teori sih. Cuman krasa banget beda nya kalo dijalanin.”

    Yes, dapat energi tambahan! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: