Kaget boww ….

Belakangan ini, suddenly load kesibukan jadi meningkat drastis. Penyelesaian kuliah yang counting down kurang 8 minggu lagi dan juga persiapan pembukaan kantor cabang baru bener-bener membuat saya lumayan jungkir balik! Rasanya seperti too much things to do within a single moment. Ouch! Terkadang at the end of the day, pikiran saya cuman … pengen kelonan sama guling dan zzzzzzzzzz …. Begitu terus selama sebulan belakangan ini!

Minggu ini (or kemarin?), berasa seperti peak-peaknya. Tugas paper ada 3 biji belum kepegang dan opening di depan mata. Sebenernya, saya sudah mencoba buat jadi Transformational Leader dengan mendelegasikan beberapa macam hal kepada yang nantinya involve langsung di cabang baru tersebut. And … I did! Cuman in the very last moment alhasil, Sam (boss saya) tetep bilang, “Wig, tolong ya anak-anak dibantu biar lancar. Lo kan baik banget!” OKAY … urusan perijinan dll sebagian saya take over dan dikerjakan oleh asisten saya. Urusan Catering saya serahin ke calon anak-anak cabang (walopun at the end, saya agak kurang puas … yaolooo sayang, kalo milih menu yg bener dongg!!).

Anyway, pada saat press conference segalanya sudah all set. Si calon kepala cabang, Lisa, juga sudah saya brief mengenai materi prescon dan latihan kasih speech malem sebelumnya. Sempet sih dia bilang, “Mbak Wig … kalo blepotan gimana?”. Saya jawab aja … “Ya udah resiko, Lis. You’re on your own! Makanya bikin list apa yg mau diomongin!” DONE.
Wartawan sudah berdatangan, anak-anak cabang yang udah dapat tugas buat mingle dan greet the guest sudah take position. Fiuhhh … lega … semoga ngomongnya gak basi aja mereka. Untungnya Oka, si Marketing Coordinator, ikutan terjun buat mingle sama wartawan-wartawan itu. Saya juga sih … ikutan mingle dan ngobrol dengan Tonny, salah satu reporter dari sebuah radio FM yang jadi kiblat life style di Indonesia (halaaah!).

Pada saat saya sedang ngobrol dengan Tonny ini, tiba-tiba ada wartawan lagi dari sebuah harian yang melewati saya. I didn’t really notice tentang si mas wartawan ini. //pro.corbis.comSejurus kemudian, Rani si supervisor dari cabang itu menyambut ramah, “Siang Mas, Saya Rani dari divisi ini … mohon maaf dengan Mas siapa ya?” sambil mengulurkan tangan untuk menyalami. Sambil menyalami balik tapi sambutan dari mas agak sinis, “Gak baca buku tamu ya, Mbak! Dibaca dulu dong buku tamunya … gimana sih?” DAMN! Saya yang berada tidak jauh dari situ langsung kaget dan menoleh pada Rani. Saya lihat dia sudah speechless tidak tau harus berkomentar seperti apa? While Si Tonny pun mahfum melihat wajah saya yang kaget berat. Dengan becanda dia bilang, “Mestinya aku tadi gituin Mbak Wig kali ya? DIbaca dulu dong guest list nya baru nyapa …” ujarnya kenes. Saya cukup terhibur, cuman ya itu … I was still in the state of shock!

Saya sebenernya masih gak ngerti, apakah Rani mengucapkan kata yang salah? So far … menurut saya, pertanyaan dia terhadap sang wartawan juga masih wajar. Bersikap friendly dan sopan. Saya tidak membela si Rani, cuman apabila dia melakukan kesalahan, saya pikir mungkin hanya karena dia tidak mengecek guest list siapa yang akan dia temui. Bisa saja sih dia langsung tembak, “Siang … mas bejo dari emprit media ya?” Lah iya kalo yang dikirim itu mas Bejo? Lah kalau orang lain.

Dan saya kurang ngeh juga, apakah si mas dari koran ini berpikiran, “lo butuh gue … jadi gue boleh dong ngomong apa aja?” atau simply dia sebel karena dia tidak dikenal atau bagaimana ya? Or … peresmian kantor cabang saya is not really worth buat diliput. *sigh*
But then again, tidak semua orang bisa merespon dengan baik apa yang dikatakan oleh orang lain. Walaupun just simply being polite wouldn’t cause any damage.

Menurut saya, antar pelaku bisnis dan media sudah sewajarnya membina suatu simbiosis mutualisme antar satu dengan yang lain. Pelaku bisnis membutuhkan media untuk mengkomunikasikan produk atau program yang mereka miliki, begitupun media juga membutuhkan berita untuk dipublish. Saya pikir, saling menghormati satu sama lain tidak ada salahnya dalam pergaulan. Bukan hanya dalam konteks ini saja, tapi juga untuk banyak occassions yang lain. Jadi masing-masing pihak dapat menjaga tutur kata dan tindak tanduk sehingga tidak menyinggung antara satu pihak dengan yang lain. Bisa jadi sih apa yang dilakukan mas wartawan tadi adalah some kind of a joke … or else, his own way untuk lebih mengenal si Rani yang nyata-nyata kliatan banget manisnya. But who knows lah!

picture was taken from http://pro.corbis.com

Advertisements

PILKADA : Position or Power?

Kalau saya amat-amati secara sepintas, satu bulan belakangan ini sangatlah ramai di media-media campaign mengenai local PILKADA. Moreover, pada saat saya tugas ke luar kota, baliho-baliho raksasa di mana-mana dengan wajah-wajah para calon-calon tersebut. Some of them familiar, some of them … we just don’t even know who they are and where they come from?

Cara campaign kalo saya amat-amati juga bermacam-macam. Dari cara yang canggih a la Hillary Clinton dan Barrack Obama, seperti membuat iklan yang mengimpress masyarakat buat VOTE for them (which I have almost never impressed with this kind of campaign since I have seen movies related to presidency and campaign ever since I was a little). This kind of campaign certainly would cost a fortune and only those who really have a big influence would be able to do this. Eventhough tidak tertutup kemungkinan bahwa these candidates mendapatkan dana dari donatur yang menginginkan mereka buat naik ‘tahta’.¬† The other kind of campaign adalah yang tadi saya sebut seperti pasang baliho-baliho di jalan-jalan, atau melakukan kegiatan layanan masyarakat yang involving the candidate or even membuka rubrik yang menampung concerns dari masyarakat, about apa yang mereka inginkan dari calon pemimpin mereka, perbaikan infrastruktur dan most of all adalah perbaikan nasib.

With regards to those candidates, saya ada beberapa pemikiran … (o’on siy, cuman can’t help it?)
1. Candidates yang unfamiliar to the eyes of the public, gimana cara nya they will be voted outside their own circle?
2. Some of the candidates menurut saya degrading their position by running for certain position in PILKADA. Why? Beberapa contoh yang obvious saya liyat, Agum Gumelar (used to be one of the minister) running for gubernur Jawa Barat atau Syaifullah Yusuf a.k.a Gus Ipul (used to be menteri juga) mendampingi Sukarwo a.k.a Pakde Karwo menjadi wakil gubernur. Hmmm¬† … Wow! Bodo-bodoan, posisi Gubernur itu kan di bawah Menteri, betul???? Berarti … mereka melakukan penurunan posisi dong ya? Bayangkan saja, para gubernur used to report to them dan kalo akhirnya mereka terpilih … berarti … mereka lapor kepada menteri yang terkait dong ya? Hmmm …. apakah mungkin terjadi Post Power Syndrome when it happens???
Apakah sebegitu pentingnya untuk memegang posisi (whatever it is)??? Karena secara hierarkiah … sangat-sangat tidak masuk akal. Basic needs dari orang-orang adalah climbing to the top instead of sliding down. Is it the matter of having any kind of power in their hands? Atau, metaphorically speaking, bener-bener coming from the bottom of their heart to make things better? Who knows?
3. Beberapa Public Figure (sebut saja artes) running for the position. Is it a real sincere wishful thinking untuk bisa melakukan sesuatu untuk daerah-daerah tertentu. Mengembangkan kondisi daerah menjadi lebih baik, mengurangi pengangguran, memberikan pendidikan cuma-cuma dan mengurusi warga-warga terlantar. Again, wow … such a nice wishful thinking but I do hope that they have the tools, the equipments, the ways to do all those have been published to the eyes of the public.

However, being a good leader is not all about position or power. A good leader is someone who is able to change things into a better condition. Somebody who is able to combine transactional and transformational leadership. Trend kepemimpinan yang TOP to BOTTOM, you do as I said is not in the agenda any longer. Somebody who is charismatics, mengerti what’s going on actually in reality dan open-minded menerima input ataupun kritikan dari siapa itu would make a good leader for all seasons. That’s what a transformational leader is all about.

Anyway, tumben-tumbenan saya nulis beginian …

PS: Congratz utk yang baru kepilih … bangun tidur ngantuk-ngantuk ehhhh ada berita yang baru kepilih.

Blog at WordPress.com.