Embrace your Enemy/Competitor!

I was pretty amazed tonight, film Kawin Kontrak yang awalnya saya pikir just another ABG movie turned out to be pretty much OK buat ditonton, apalagi ada satu pemain yang bikin tante agak-agak gemes mukanya. Sampe saya sempet terpikir … Owalah leeeee (bhs jawa, kepanjangan dari thole hehehehe …) coba kamu 15 tahun lebih tua, tante pasti gemes habis hehehehe ..

Anyway, saya nonton sama partner in crime saya di kuliah wiken saya si Neng Thea. We had quite a hilarious time tonight! Especially dia yang super mupeng ngliyat pemeran Rama (Dimas Aditya, whoever you are?). Film yang memakan waktu 2 jam itu ternyata membuat perut kami keroncongan and it was quite late, like 9:15 pm. As usual, proses pencarian makanan di mall itu harus melalui ritualnya dengan memutari futkord dan juga melihat menu-menu/suasana di restoran yang available di sana. (Hello … nampaknya restoran2nya look pretty much the same, blum ada penambahan kaliiiii?)

During proses pencarian makanan, si Neng Thea nampak seperti memberikan wejangan pada temennya yang akan test di salah satu Bank Swasta nomer wahid di mana si Neng Thea bekerja sekarang.  Pada saat kami sudah duduk manis sambil menanti makanan itu, sambil senyam-senyum si Neng Thea membuka obrolan …

 “Eh Mbak Mbak Mbak ….” (menyebut Mbak 3x pada saya means ada rumpisari nomer wahid yang akan terungkap pastinya)
“Hmmm?”
“Tau gak sapa yang nelpon?”
“Sapa?” tampang blo’on kelaperan
“Inget si cewe yang pernah magang di kantor si Aa’, yang adek kelas aku kuliah dulu?”
“Ya … si Olla something itu? Kenapa? Dia yang nelpon? Tumbeeeeeennn?”
“He’eh … politik soft intimidation ajaranmu really works for me!”
“What????” Gosh! Kaco nih anak … aji-aji nyai Wigati dipake ama dia rupanya?

Saya teringat beberapa bulan yang lalu, sepulang kuliah Neng Thea ini bete uring-uringan amat sangat. Si Aa’nya yang beda kota (only 2 hours though) terindikasi sedang dekat dengan si adik kelas yang lucu imut-imut seperti bolah bekel bernama, 0LL4 (gitu cara dia menuliskan namanya di FS) yang sedang magang di kantornya saat itu.

 “Iiih … sok tau kamu, Neng? Emang tau nya si Donny (cowok si Neng) jalan ama si anak kecil ini dari mana?”
“Aku kan selalu monitor FS si Aa’ lah mbakkk! Si Olla nih kenal aku juga, kan adik kelas aku ama si Aa’.”
“Sapa tau cuman kakak adik gituh?”
“Aku gak suka mbaaaaak, liat aja … masak FS pamer-pameran udah nonton film apa? Kalo gak yang model-model ngajakin nonton gitu sambil menye-menye. Kak Donny, ntar nonton ini yuksss dll gitu deh. Sebel!”
“Resiko Long Distance, Neng! Sabar!”
“Aku pengen grauk aja tuh cewek, biar tau rasa!” penuh histeria masa bagaikan kampanye PILKADA.
“She’s not that important! Masak mau saingan ama cewek bau bawang menye-menye gitu? Mau ikutan gak penting?”
“Gatau gatau gatau … sebel, euy!” tetap hiperbolik tak terkontrol.
“Heyyy … be a B*TCH! Gak penting kamu jadi nyinyir dan ngobrak-ngabrik bayi kayak begitu. Mau kliatan norak? Gak banget dehhh cara kayak gitu! Be gracefully b*tchy and win the battle effortless! Sambil melambai kayak Miss Universe itu lohhhhhh”

“Haaaaaaaaaaaaaaaa?”

Heheheh … Memang membingungkan saran saya, but well … saya gak mau temen saya jadi prempuan gak penting gara-gara emosi.  Long Distance Relationship takes a mountain of effort untuk menjaganya dengan baik. Hal-hal yang kecil bisa jadi pemicu apapun yang berujung perpisahan.  Anyway, masalah adanya lawan jenis yang bisa get in the way of our relationship tidak ada salahnya disikapi dengan lebih tenang dewasa dan graceful, tanpa harus mengacak-acak.  Saya ngerti sih pasti rasa BTnya udah sampe ubun-ubun, apalagi if it concerns our beloved one.  Awh well … been there, done that! Tapi bagaimanapun juga, kita harus tetep logis no matter how difficult it is. Karena kalau kita salah menyikapi, alhasil malah kita yang kalah dalam pertempuran.

Misalnya, pasangan kita gak ngapa-ngapain tp kita curiga dari ujung jempol sampe ujung rambut, alhasil dia malah seperti tertantang buat melakukannya dengan dalih, abis lo gak percaya ama gue sih, atau, ya kan lo bilang gue selingkuh … well there you goooo …. gue selingkuh beneran sekarang, PUAS? 

Do we want those things to happen? I don’t think so!!

 

Therefore, saya bilang sama Neng Thea …

“Neng, kalo kuliah … ilmu nya diambil, dong!”

“Apa hubungannya ama kuliah?”

“Gini …”

Kemudian sambil berkendara saya ngoceh ngalor ngidul memberikan semacam ilustrasi-ilustrasi sok tau a la saya, such as …

Dalam dunia business, there is no such thing as a competitiveless market.  Basically, di setiap usaha (tidak terbatas pada business sahaja) selalu ada kompetisi. It takes a lot of hard work to maintain. Tinggal gimana kita nya aja mengakali kendala dan halangan dengan manuver-manuver yang bisa membuat diri kita memiliki value-added yang luar biasa dan mempunyai differentiation dan specification yang tidak dimiliki oleh competitor kita.

“Mbaaaaakkk …. maksudnya gimanaaaa?”
“Bikin dirimu ber value-added tinggi. No money can buy!”

 Jadilah kurang lebih seperti Blue Ocean Strategy (Harvard Business Review) yang bersahabat dan meng create suatu competitive advantage yang yahud, tidak berdampak fatal, sehingga si Aa’ berpikiran, ahhh iya … sing Neng Thea emang irreplaceable, irresistable yummy slurpyyy deh compare si Dek Olla yang masi bau kencur itu! Jangan jadi Red Ocean Strategy yang confronting your opponent! (auk deh bener enggak?)

 Dan pernah juga dalam satu kuliah, ada beberapa hal untuk menghadapi suatu kompetisi, yang bahasa mudahnya (dengan ilustrasi yang bisa saya cerna)
1. Hajar habis kompetitormu dengan hasil yang mungkin saja sama-sama babak belur.
2. Berkoalisi, Merger & Acquisition
3.
Embrace your Enemy! Don’t let your enemy knows your weaknesses, show them your strengths gracefully. Tunjukkan bahwa mereka tidak ada apa-apanya, sehingga there is no reason why kamu harus confronting lawan yang tidak satu level! Gak ada perlunya dimusuhin, dijadiin temen aja … semakin dijadiin temen biasanya mereka semakin melihat the good quality, seperti … pantes Ka Donny sayang banget ama Mbak Thea, abis Mbak Thea perhatian banget sih, dll …. Dan the other benefit adalah menambah temen. Turning a prospective enemy into a friend adalah ibadah hahahahah …. artinya meng-eliminir permusuhan! Tujuan yang mulia ‘kan?

“Aduuhhh … tapi aku kan panas, Mbak! Aku mesti ngapainnn???”
“Yang gampang-gampang aja! Teknologi udah canggih! Kalo si Olla sering comment2 di FS si Donny, kamu ikutan nimbrung dong!”
“Iya, kapan itu dia sok ngeview profile aku, tp gak say hi gituh!”
“See? Disapa dong, tunjukkan bahwa kau adalah pacar Donny yang dewasa, gak cemburuan, ramah dan friendly. Bikin anak itu merasa kecil dan tidak pantas bersaing denganmu!”
“Huwaaaaahhh … gitu ya, Mbak?”
“Kalo suka nonton, nimbrung atuh, bilang … Olla … kapan-kapan nonton pas wiken bareng ka Donny yuk biar seru. Ato anything aaah …” 

Again, that was a few months ago! Malam ini ….
“Jurusmu super jitu Mbak Wig!”
“Really?” dengan gaya sok di British-british in.
“Itu si Olla sekarang pacaran ama temen si Aa’. Terus jadi suka nanya-nanya ini itu … dan kita dong kapan itu … pergi bareng double date gitu!”
“Really?”
“Wah udah mo mati ketawa ajah ngliat muka si Olla, waktu itu. As usual … aku show of force seperti, ngambilin makanan buat si Aa’. Terus perhatian ama si Olla, dll gitu.”
“Terus?”
“Dia dong kayak mukanya masi adoring si Aa’, tp ya gitu deh … suka mlongo tak terkontrol gitu. While aku belagak jadi prempuan dewasa.”
“See … melawan suatu hal dengan kebaikan kadang is the best policy! Dengan kamu kliatan dewasa, gak rewel … si Donny jadi …”
“Iya, Mbak … dia juga kliatan lebih seneng liat aku gak gampang cemburuan gak jelas kayak dulu gitu …”

Awh well … women should do what they need to do! Being confronting or graceful is a choice! Beating without embarrassing will be a good choice.

Advertisements

9 thoughts on “Embrace your Enemy/Competitor!

  1. hmmm tapi bukannya itu memang cara cewek berkompetisi??? harusnya tanpa tahu teori marketing itu, cewek emanggitu cara kompetisinya…beda dengan cowok yangbakal maen libas aja… bakal tonjok2an…. hmmmm

  2. hmmm, englishnya bagus nih si eneng :), kenapa gak bikin blog in english sekalian, ^_^, biar bisa lebih go internasional ^_^.

    hehe, soalnya mitra juga sedang garap blog in english… (promosidikit.com :P)

  3. thnx for the comments.
    @Muthe : yukk gituuuhhh ….
    @v1rzh4 : semangat jeng … ayukkkkk
    @mitra : saya prefer campur aduk .. bhs inggris saya masih kacobalo kok mbak!
    @Mas Iman : coba deh … ntar bikin postingan pake SWOT hahahah
    @Eko : me too ….

  4. Well, such an intuition and empowering tips.. I guess both men and women needs to get ahead with their communication skills to complement one another, rather than on full-frontal competiction 🙂

    Becoming a proficient communicator.. that’s I guess is aimed from this posting – nicely put, indeed 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: