MOVE ON

Sepertinya kata-kata MOVE ON sedang ramai dipakai di media-media sosial. Sebenernya istilah ini sudah lama dipakai, tapi entah mengapa suddenly MOVE ON jadi trend semacam SESUATU BANGET or KAMSEUPAY? Heheheh … Entahlah ….

Menurut MacMillan Dictionary, MOVE ON bisa dijabarkan sebagai berikut :

  1. to leave a place when someone in authority tells you to

    We moved onas requested.

    Macam-macam memang definisinya, tapi … Seringkali MOVE ON selalu dihubung-hubungkan dengan urusan cinta. Ya … Cinta! Urusan cinta emang gak ada abis-abisnya dibahas, especially tentang kasih tak sampai. MOVE ON nya susah banget yak?

    Kalo pernah baca blog saya, saya ngaku banget kalo kisah cinta saya mostly kasih tak sampe dan rata-rata bisa MOVE ON nya susaaaahhh banget! Tapi lucunya beberapa hari yang lalu … Saya mampir aja ke FB nya si Mas Wisnu. Inget-inget gimana saya gendeng sama dia dulu … eh kok berasa lucu aja mampir ke situ, liat timeline nya, foto-fotonya. Errrr …. Biasa aja kayak mampir ke FB temen. Malah saya sempet becandaan rada ‘menjurus’ some times ago dengannya. Gak berasa apa-apa lhooo …. Kayak gini ini MOVE ON ya? *geleng-geleng kepala*

    Terus pas malem tahun baru … surprise-surpriseWith a bunch of people from my high school, si mukategang ikutan gabung malem tahun baruan di rumah saya. Hmmm …. Kaget dia nongol telat karena udah passed midnight. Well … Dia, as usual, dateng bareng Lika. Like nothing has ever happened, cipika cipiki biasa. Eh kok ya no feeling ya? Malah pas becandaan kenapa dia masi single dan yang lain bilang, eh tuhhh si mukategang masi single. Proudly and out-loudly saya berkata, “Eh, dia lho gak mau sama aku!” sambil ketawa renyah dan tak mempedulikan seperti apa mukanya pada saat saya ngomong itu. Emang seperti itu MOVE ON ya?

    Kalo saya ya … Time will heal, indeed. Tapi apakah emang moving on in adalah cara supaya kita lebih open for new opportunities (new guys, I mean)? Who knows? We’re just leaving our excess baggage behind to get easily going forward alias cari mas2 baru buat calon suami (boleh dongssss …).

    What about you??

Not Again!?!?!

Happy New Year 2012!!

A new hope … A new beginning! Semoga banyak kebahagiaan dan keberuntungan di tahun naga ini, especially urusan cinta bagi yang masih belum beruntung di tahun-tahun sebelumnya, kayak saya.

Anyway …. Pasti bosen ya kalau ngomongin tentang si muka tegang, but then again … He came again. Me … Saya sudah cukup sobber buat tidak menginvestasikan hati saya buat dia lagi.

Berhenti berjuang?
Mungkin ya? Mungkin saya cuman berusaha menyadari bahwa udah usaha kayak gimana, tapi saya gak bisa maksain situasi. Akhirnya saya dengan kepala tegak mengakui bahwa … OK, saya boleh punya feeling, dia boleh tidak into me.

Emang berasa banget kok … Saya berasa lebih bersinar, saya berasa lebih PD dan ‘lepas’ saat ketemu dia di beberapa occassions saat Christmas break kemaren. I can tell that he was still a bit uneasy saat ketemu saya.

Saya pengen tepuk pundaknya dan bilang, “I’m fine!”

Thank you for that small kiss right after the New Year … It was good! Saya MOVE ON sambil senyum.

When I thought it was over …

Why does it hurt so baaadddd from Whitney Houston yang pelan-pelan tergantikan oleh Kahitna yang lagi seru setelah konsernya beberapa hari yang lalu.

Entah mengapa? Keluar dari lobby hotel itu yang terngiang-ngiang adalah lagu itu secara twisted. Wanna hear my version?

“Maaf, jika ku terlukaaaaa … Saat kamu memilih dirinyaaaaaaaa”

Gosh … Nyesekin banget deh!

Sabtu malam ini berawal dari kesibukan bersiap-siap kondangan spesial.  Kenapa spesial? Karena malem ini adalah pernikahan Ipus, adik Sonny. Nothing heboh happened. Baju udah siap, kebetulan saya udah punya kebaya ungu sesuai dress code. Awalnya saya berencana berangkat sendiri karena Vina Lubis (remember, my high school Friend) bakal bareng mas Dipo suaminya. Saya sudah pesan driver buat dateng anter saya ke kawinan. Well … balada dateng sendiri ke nikahan, buat dateng aja udah berat gituuu apalagi kalau harus nyetir sendiri, tambah miserable rasanya. Etapi untungnya si Lika (itu sahabat saya, Ambalika Kusuma) kontak tadi siang pas di kantor, “Buuu … Pulang kantor aku bareng ke rumahmu ya? Dandan … Ntar dijemput si Wuri.” Got it! Lupa kalo si Ipus juga kenal beberapa temen deket saya. Akhirnya saya batalin Pak Supir dan siap-siap bareng Lika dan tunggu jemputan dari Wuri.

Pas jam 19.00 Wuri udah klakson-klakson. Excited juga sih akhirnya si Ipus nikah sama Ferdi, her boy friend for more than 5 years sejak mereka sama-sama kuliah di Aussie dulu. How nice!

Masuk ke lobby bintang lima itu, keramaian mulai nampak. Kaca-kaca di belakang lobby bisa menembus kesibukan di poolside yang nampak dari kejauhan. Bunga-bunga di panggung pengantin dan giant screen nampak dengan sangat jelasnya. Suara soft jazz mulai terdengar saat kami menuruni tangga.

Setelah mengisi buku tamu, nampak Anti menggandeng Frea dengan Kebaya ungu a la Anne Avantie itu, “Mbak Wigggg … Kangennn!!!” Saya peluk cium Anti hangat. Sambil gendong Frea sebentar.

“Masuk mbak, mama pasti seneng banget tuh!”

“Iya lah … Kangen Mamah juga … Eh, mana Mas mu, Nti?” entah mengapa juga saya tanyakan hal itu.

“Ada di sini ….” terdengar suara lelaki yang seperti kehabisan suara.

“Eh … Hai, Son ….” Saya ulurkan tangan

Dia sambil ulurkan tangan dan …. pipi nya. I was like … Whatttt? Sebetulnya itu bukan sesuatu hal yang extraordinary, but …. It feels so ….. *speechless* … When it came from him.

Lika came to the rescue, Danty (istri Sonny) dateng dan sosialisasi terjadi …. Pfiuhhhhh!! Satu sisi saya lega, di sisi yang lain nyesel. What if Sonny got offended, etc. What the hell lah ….

He was so … so … apa ya? Intimate is not really the exact word. Hangat gitu …. Jadi bingung sendiri. Then I moved a long menuju panggung pengantin, ketemu Mimi the youngest yang udah bawa gandengan. “Mbak Wig, kangennnnn … Kenalin Dani yang sama aku.”

“Sama kamu ngapain, dek??” goda saya

“Mbak Wigggggg!!!!” tereaknya sambil cubitin saya abis.

Nampaknya Mimi sudah dikode sang Penganten, “Mbak buruan naik, mbak Ipus udah kode-kode tuh.”

Naik di panggung, mama sudah menyambut saya dengan tangan lebar, “Wig …. Ke mana aja? Lama gak nongol? Adikmu jadi manten itu lho. Semoga cepet nyusul ya?” katanya sambil mencium kening saya. Saya gak bisa ngomong … Saya cuman peluk dan ciumin mamah.

“Mbak Wig ….” saat saya sampai di iPus. Saya gak bisa berkata-kata, cuman happy karena finally mereka bersanding setelah a tough long distance relationship, perbedaan visi dan banyak lagi. Saya peluk dia erat, “Pus, I’m so happy for you.”

Pas turun panggung perasaan begitu membuncah. Overwhelming sekali.”Aku berasa pengen nangis bahagia campur aduk deh, Lik.” kata saya ke Lika

Melewati meja makan para sesepuh, saya sempatkan menyapa beberapa budhe dan eyang-eyang walaupun mungkin mereka juga tidak ingat siapa saya. “Wig, kowe kok tambah ayu …..” Alhamdulillah ya? *a la Syahrini* hahahhahahaah …..

Entah mengapa, kaki tetap melangkahkan kaki ke arah Sonny, seperti ada magnet yang begitu kuat untuk menarik saya. “duduk Wig.” “Makan, Wig.” “gini, Wig.” “gitu, Wig.” Hehhhh … ribet ama sih ini? Walaupun at the end, saya terima juga semangkok soup darinya. Bingung saya … kok dia jadi lebih hangat dari biasanya? Lelaki yang menolak ‘lebih’ karena I mean the world to him. Dia tidak mau jeopardizing our outstanding relationship yang gak jelas juga menurut saya.

Kenapa rasanya masih ‘kemrungsung’ begini ya kalo ketemu dia? Apakah karena ketemunya with the whole bunch of his family? I don’t know.I thought it was over, lho. Benerannn!! I just wish there’s another one like him out there. hmppffff!!! Cuman rasanya, rasa ‘lebih’ ini harus diilangin completely deh. HARUS!

Then, I called the night earlier It was only five to nine. This time, I kissed him first in front of his wife dan berlalu …. Feels good!

Let me weep tonight over my feeling to Sonny. I know things would be just fine! Nite-nite, people!

The Butterfly is Back!

Hari ke 3 Ramadhan. Alhamdulillah nikmat dan semoga dimudahkan oleh Allah SWT.

Semenjak hari pertama, the feeling suddenly appears. Si Muka Tegang ngetwit lagi “Dengerin KULTUM”. Entah mengapa, kemarahan, feeling rejected lumer dan membuat saya membalas twitnya dengan “Alhamdulillah, dikit lagi buka”. And the conversation continues!

Kenapa tiap Ramadhan? Tahun lalu juga begini …. Postingan-postingan when love and hate colides masih belum tenggelam, eh suddenly berubah lagi. Berasa seperti ABG nan labil sungguh menggalau *lebay!*

Frankly speaking, saya tidak tau jawabannya. Tapi makin lama kok saya seperti tambah yakin kalau dia adalah calon Bapak dari anak-anak saya. No matter how dia bersikap dan sepertinya he’s not into me. Entah ya?

Cuman kok saya jadi pengen do something ya?

Saya ngaku … bener saya ngaku kalo saya ini di luar penampakan luar nan sungguh modern, sesungguhnya saya perempuan jawa yang sangat konservatif. Ngomong duluan is out of question!!! Tapi kalau ditanya kenapa saya gak mau ngomong duluan. I can hardly find the answer. Yang saya rasa adalah a very uneasy feeling considering our situation which is we have been friends for so long. Frankly speaking (again!), I’m afraid that if I do something that I should haven’t done it, things will fall apart!

But then again … what the hell?? We both old enough!

Saya baru aja baca buku Ippho Santosa tentang 7 Keajaiban Rezeki yang menitikberatkan penggunaan otak kanan. Looks good actually. Bisa bikin saya agak spontan mungkin ya? Semoga ….

Cuman saya jadi wondering what would it effect me ya?
As I mentioned before that we are an old friend. We have almost the same circle of friendship. Ada perasaan takut bahwa kalau saya ngomong ‘that thing’ ke dia, dia bakal ngomong gimana-gimana or curhat-curhat gitu ke temen-temennya yang kebetulan tau saya (well I do that too).
Another thing adalah, saya takut dia benci saya kalau saya ngomong something. Does it make any sense?
Well, I hate him already for making me kelojotan gak keruan dan dia tetep cool cool aja semacem gak merespon.

Hmmm .. let me think carefully deh! I think I should finish reading the book. Abis sahur malah baca-baca #sawityowit gak jelas ….

He’s back for a while …

Another wedding to attend ….

As a single fighter, rasanya agak-agak awkward …. gak enak gitu jalan sendiri kondangan. Sebenernya gak papa juga kaliiii … toh di dalam sana, bakalan ketemu temen-temen yang lain. Tapi that awkward feeling selalu datang kalo harus beragkat kondangan sendiri.

Karena yang nikah temen kuliah, of course yang dicari adalah temen kuliah yang bisa bareng dan searah dari rumah kita. Finally, saya cek undangan yang di TAG di FB sapa-sapa aja yang diundang. Karena nama yang saya maksud, tidak terTAG di FB … sengaja saya TAG sendiri aja hehehe ….

Andrian Laksono (*plakkk!!*) lah yang saya pilih untuk saya TAG kan ke undangan FB tersebut. Am I looking for trouble? Heheheh … Just simply I need a ride to the wedding.

Me  : Pak, Diundang kawinan Chris.

Sonny : Kapan?

Me : 2 minggu lagi … Kami lagi di darat ‘kan?

Sonny : Kayaknya iya ….

Me : Dateng kan?

Sonny : Kalo diundang dateng lah …

Me : Diundanglah …. Aku bareng ya? *pipi sampe panas blushing*

Sonny : gampang lah ….

Tadi pagi … Passss banget saya mau confirm ulang buat kondangan, eh kok dia udah BBM duluan. Etapiiii dia nanya tukang serpis kamera langganan saya. *huh!* Walopun finally, he made a confirmation, “Iya iya … masi ntar sore kan?”

Ehhh … Jam 6 kelewat dikit, saya baru mau sholat Maghrib, ada telpon masuk …

“Siap jam berapa kamu?”

*panik!*

“eh … eh …. 10 eh 15 menit!” WRONG ANSWER dengan kondisi belum dandan & belum siapin baju.

“Bener?”

“Eh sore amat yak? Bukannya kawinannya baru jam 7?”

“Lebih cepet lebih baik, gak macet, bisa lama ketemu anak-anak!” Good Point!

“okay, okay pak … err 20 menit ehhh make it 25 lah. Aku baru mau sholat.”

“Deal!”

Senyum saya … aduuuhhhhh ….. gak brenti-brenti! *error!*

Pas dia dateng … saya saking hebohnya bawa 2 clutch, poni masih diroll, sepatu masih di mobil, amplop angpau baru kebawa …. Dia cuman geleng-geleng, “Repot amat jadi prempuan?”

“heitsss … sabar, Tuan! Maklum wiken …”

“Wig, aku ajak Danty ya?” seperti meminta ijin.

“Oiyaa … Radit ikutan gak?” tanya saya ceria

“Ikut dong … itu di mobil semua.” Ujarnya seperti lega saya nampak ceria gitu.

I entered that huge car dengan ceria … Hi Danty, Pakabar? dengan cipika cipiki hangat.

“Hi Mbak …. ”

“Mas Raditttt … gantengnyaaaaa.” Yaeyalahhhh … anak Bapaknyaaaa ….

Saya duduk belakang dengan Danty, while Radit di depan dengan bapaknya.  That 2 y.o boy is really adorable. Baru belajar ngomong dengan banyak pertanyaan-pertanyaan lucu. Sesekali berusaha cetak cetek TV berisikan Barney di depannya.

“Apak … bani nanyi yaaaa …” Mungkin maksudnya, Bapak … Barney nya nyanyi ya?

Obrolan lucu bapak dan anak itu sungguh menyentuh hati. Tapi bukan Sonny namanya kalau tidak berusaha entertain sambil ngobrol-ngobrol ngalor ngidul. Entah apa yang ada di pikiran saya tadi, I really enjoyed the ride, sambil sesekali ngobrol dengan Danty yang pake baju rancangan saya, goda-godain Radit and Bapaknya chenchu saja.

Tidak pernah ada saat yg tidak menyenangkan kalau saya dekat dengan dia, even obrolan-obrolan merecall masa lalu, ngobrolin temen-temen or just sekedar update. *senyum*

Afterall, it was an awesome night! Great chit chat, enjoy to see the bride & groom, happy to babysit a bit of Radit yang dari tadi pengen nyebur kolam aja. Anyway … Ternyata …. Saya dan Danty pake kalung yang exactly the same hanya bedanya di emas kuning saya emas putih. *lucuk!*

 

Upset to the MAX!

Buat yang belum baca, better di click dulu dari pada bingung bacanya gak ngelink or apa sih upset kok diposting-posting?

Today, eh … actually udah dari waktu kumpul-kumpul SMP weekend kemaren, kita dapat info kalo Ayah dari teman kami sedang kritis dan sudah di ICU. Karena Harpitnas saya tetep masuk, akhirnya saya putuskan buat bezoek hari ini dengan Lika.  Karena teman-teman SMP masih pengen ketemu-ketemu, tapi saya mikir … ahhhh …. harus disempetin kok karena bezoek orang sakit.

Saya pas mau berangkat masih kepikir, ini acara ngebaksonya jadinya di mana jam berapa ya? Tried to contact temen-temen yang lain. Mostly tidak terjawab.  Well … understandable lah. Hari libur, kenapa juga bangun terlalu pagi. Terpaksalah saya BBM si Muka Tegang.

Me : Oom, ntar ngebaksonya jadi? Di mana? Aku susul abis bezoek.
Him : Bezoek sapa?
Me : Bapaknya Chacha.
Him : Jam berapa? Masih sakit?
Me : Di ICU, pas kita gathering wiken kemaren udah kritis katanya.
Him : Hmmmm …. Pengen ikut.
Me : Are you ready in 20 minutes? (berpikir dia tinggal mobilnya di Yogya)
Him : Aku susul ke ICU aja ya? Aku bawa motor.
Me : OKE … aku kabarin kalo meluncur dari Lika.

That was it …. I don’t want to offer further buat samperin dia sebelum ke RS or things.

Sampai di RS, saya masih ngobrol-ngobrol denga Chacha dan Ibunya mengenai kondisi Bapak yang sudah dropping sekali, Ibu akan menjual rumah Belanda milik keluarga besar mereka yang ada di jalan protokol dan berpindah ke dekat rumah Mamie saya, sampai terdengar telpon untuk Lika, “Iya … paviliun Melati. Masuk aja.” Hmmm …. dateng nih dia, itu pikir saya.

Dia masuk dengan jaket softball coklat kebesarannya dan teteup dengan kacamata RipCurl yang memberi sedikit korting pada umurnya yang hampir 36 itu. Saya cuman liat sepintas tanpa banyak mengacuhkannya sampai dia berkata, “Aku BBM kok gak dibales?”.  Saya kaget (seriously) sambil ambil BlackBerry saya. Ternyata ada tulisan …

Him : Sebelah mana?
Him : Aku di luar.
Him : Hallo ….
PING!!!

“Oopss … Maaf. Saya kalo lagi sosialisasi dunia nyata, gak nyenggol2 BB pak.” elak saya.

Akhirnya … Jadilah kami ngebakso sambil sedikit memaksa Chacha untuk gabung, “Ayolah Cha. Kamu harus makan lah. Ibu sama Dinda kan di sini. Kita makan ke bakso SMP aja kok. Gak jauh ini.” Love it when he’s in control of any situation. Beberapa teman sudah ada di sana. Dengan membawa mobil, I let him drive the car.  Again … I always love the way he drives. He’s into automotive things a lot. Saya inget dia dulu selalu kasih tips and tricks mobil, dll. HHHhrrrrrrrrr … Sebellll!!

Sampai di tempat bu bakso …. ternyata cuman 2 ibu gembul yang sudah menanti kami. eh ada 1 bapak gembul suami si ibu gembul. Agak memalukan pertemuan kami yang seru itu. Cerita-cerita rusuh masa SMP keluar semua. Gimana ibu-ibu gembul itu godain si Muka Tegang dengan Lika yang kebetulan duduk sebelahan. Oh Goodness! If they only knew …. How would that make me feel? Gosh! Again … I was only two seats away from him, yet so unreachable.

Tak tahan saya untuk tidak memperhatikan tangan kiri yang memegang perseneling, sedikit ke wajahnya, sedikit ke rambutnya yang mulai beruban itu, kacamata rip curl itu dan jacket softball coklat kebesarannya. Saya hanya pengen tereak, “I’m here!!!! Don’t you get it!!!”

Kenapa harus kamu sih?? Kenapa juga kok saya berasa sedemikian heboh terhadapmu? Kenapa watching you begitu menyakitkan buatku?

Sampai kembali di RS, kami yang awalnya hendak parkir di tempat parkir umum, akhirnya mendaratkan mobil di parkir dinas RS itu.  Chacha simply said, “Bapakku mesti parkir di daerah sini kok.” Damnnn …. Iya aja Prof. Permadi, bapak si Chacha adalah dokter specialis senior di RS itu. 

As soon as we got off the car, Muka Tegang buru-buru harus berlalu karena dia harus prepare to go back to Yogya. Salaman, peluk & cipika cipika di alamatkan ke seluruh peserta yang kembali ke RS, Chacha, Lika, Bu Gembul1, bu Gembul2 dan even Pak Gembul except ME!!! Whattaaaa ….. I was like …. Do you hate me that much sampe pamit pun OGAH??? Am I that disturbing to youuuuu sampe you want to stay away so bad from me??? Or …. You know there’s something going on inside me to you and you just feel uncomfortable over it. DAMN YOU again!!! Kalau emang gak ada apa-apa …. Hey … Come onnnn … We’re over 35 now!! Don’t act like those teenagers. *finally sobbing!!*

I just don’t get it!! I just don’t get it …. So many things that I just don’t get it! You, Me and US? Ooops … there’s no US just yet!

Mixed Feelings … Entah Mengapa?

At the usual kafe.

Meet up with some old fellows from highschool.

Been a pretty hard day! Minggu-minggu kudu on duty nyiapin materi iklan, stock foto buat Marketing. Eh pulangnya masi kudu dateng kumpul2 SMP gara-gara menjelang long wiken dan everyone’s apparently in town.

I was quite upset already karena udah capek, pake acara pada telat. I was ready to leave kalo jam 8 pada gak dateng. Well … Undangannya jam 6 lho ya!!! Abis Maghrib saya meluncur dari kafe satunya (punya another friend yang memang nyaman buat jadi tempat transit sehari-hari saya). I just found a set of table with reserved sign on it. Ternyata merèka baru berdatangan sátu per satu around 7.30 PM.

Hm … Ternyata Muka Tegang (remember him?) gabung with the crowds. Damn! Terakhir ketemu pas around Lebaran 2010, eh gak ding early this year sempet ketemu. Anyway …. Saya duduk di ujung balcony berasa mati gaya gara-gara kecapekan dan gara-gara lihat dia. I spent that holy jolly night by doing things on my laptop, bikin daftar isi tesis, bantuin temen cek FBnya. Silly!

Entah mengapa, pandangan saya gak bisa beralih darinya. Dia nampak lebih matang dan percaya diri daripada sebelumnya. Couldn’t deny kalo saya gak ser-ser an liat dia. Lelaki matang, hampir 36 tahun. Sedikit tersempil uban di sela-sela rambut cepaknya. Kacamata minus Rip Curl berhasil membuatnya tampak beberapa tahun lebih muda. Dengan poloshirt hitam dia nampak comfortable di antara teman-teman kami yang berkelakuan sangat ‘dewasa’ itu. Hahahahah ….

Entah mengapa …. Saya berasa kesal sekali sama si Muka Tegang. That time was to the max! He was just a few seats away yet so unreachable. Deep down, saya merasa tak tahan untuk tak merengkuhnya. Ingin dekat dengannya. Menyuapinya makan, karena dia sibuk dengan krucils anak-anak teman kami. Atau sekedar ngobrol hal-hal yang bikin saya senyum, tukar pikiran, dll. Sebelnya sampe to my blood stream. I was so upset! Even up to now … It’s still unresolveable.

Seperti anak kecil, saya gondok aja yang gak mau ngajak ngomong dia. well … ngomong seperlunya misalnya manggilin temen sebelah dia or things like, pass me the salt please. Tapi saya tetep juga curi-curi pandang ke dia. Kadang saya ngerasa dia kayak curi-curi juga ke saya, but I just ignored the feeling.

I never thought that I could be this upset. Really!! I mean … Kalo urusan suka-sukaan, satunya suka terus gak berbalas …. harusnya biasa aja kali ya? Why so serious? Why so upset?? This time …. saya sendiri masih bingung?? Entah mengapa? Apakah karena he’s so feasible yet unreachable.  Muka tegang adalah suatu target yang feasible sekali (menurut saya).  We’ve been friends for 20 years, kami cocok ngobrol bersama, saya tau lingkungannya begitupun sebaliknya, kita saling kenal teman masing-masing dan beberapa bagian dari keluarga kami.  But things just didn’t work as I thought, those elements I mentioned above are not enough. Or perhaps … ya he’s simply not into me. I don’t see any reason why he should say NO to all those qualifications, but I realize that those elements perhaps are not good enough to make him into me. But still … it upsets me big time! Kasarnya saya pengen tereak di kuping dia …. WHY-oh-WHY?? What’s wrong with me? Which part of ME yang tidak cocok buat kamu??

As usual, I alway try to analyze things …. Apakah deep down, ego yang sedang bicara karena saya merasa tercampakkan? Cinta yang bicara di antara kepingan-kepingan yang runtuh atau saya, hanya saya, yang bicara dan mengungkapkan segalam macam kesebalan saya terhadap kisah tak sampai ini.

I don’t know? I really can’t tell the result of my analysis. I just know that I feel so much upset (again!). dammmnn!! Hebat banget sih dia …. bisa bikin saya kayak gini. *mukasebal*

Cenat-cenut … Clekat-Clekit part 2

Perasaan begini kenapa munculnya tiap close to jam pulang kantor ya?
This time … Miss Him A lottttttttt!!!

Sepagian kami berbincang over BBM urusan saya nyidang staff yang agak ‘sulit’, klien2 dia yang lagi ajaib-ajaib. Then, suddenly we just carried on with our lives earlier today.

Akhirnya saya tulis M.U.M di status saya which stands for Miss U Much. It was meant to be just a #code for me and only me. Coming out of the blue …  Aduhhh … Rasa mules-mules kumat lagi, deh. What is it really? Could somebody please tell me what’s going on???

Cenat-cenut … Clekat-Clekit

Sore ini di kantor …

Sam is away for few things in our Bali office. Whatta nice business trip! He must’ve said,”Ehhh .. gw kerja kali Wig! Enak aja lo bilang gw plesir.”
Haven’t met the big boss since early last week, I took off to Sing to pick up my Mom. Sudah gak betah dia di apartment sumpek kakak saya nampaknya hahaha …

Oiya … I haven’t got the chance to post about this new guy. Actually, I have drafted the story, but didn’t really got the chance to finish it since work and family matters are all here and there.

Damn! Cenat-cenut and Clekat-clekit nongol lagi. Dari kemarin pas long weekend, saya bolak balik Al-Fatehah kirim doa ke dia. Whatt? Yess … Perasaan krenyeng-krenyeng di dada, gelitik butterfly on my stomach. Siang ke sore ini … ada-ada aja statusnya yang bisa bikin saya ketawa ngakak. Dasar geblek!

Finally …. I just put on Dira Sugandi’s songs to lighten up my day. Damn you! I miss youuu … There I said it!!

Watching him ….

Abis Maghrib, setelah berbuka hari terakhir puasa tahun ini …
KRRRINNNGGGGG …
Nampak dalam display : Muka Tegang
Ehhh dia nelpon …
Him : di mana?
Me : di rumah
Him : ke markas? (Kafe tempat kami ngumpul-ngumpul)
Me : errr … Enggak deh kayaknya.
Him : lhooo … Kok gitu?
Me : mamie sendirian di rumah … Kesian!
Him : sendiri … ri … ri?
Me : ehmm … Iya …
Him : gak ada pembantu?
Me : mudiklahhh pak …
Him : yaaa … Masak aku ke situ cuman ambil si habatussauda aja?
Me : ya gpp ‘kan? Nanti aku keluarin cake, dll dehh yaaaa …
Him : ya wes … Aku udah meluncur dari rumah si Pras.

Somehow, knowing he’s coming over, saya ganti baju yang lebih pantas dari pada baju rumahan saya yang udah compang-camping nan adem itu …

Then, mamie ngajakin makan malem. Saya masi goreng-goreng beberapa lauk dan …
TINGTONG!

Heummmm … Dia datang nih!
Saat membuka pintu, tercium bau parfum yang segar itu ….
Him : hayolah ikut aja …
Me : kesian mamie ahhh … Sendiri
Him : kan ada si mbok! Pake bilang gak ada orang ….
Me : errrrr … Aduhhh sama-sama udah sepuh … Gak tega lah!
Him : ikut gak?
Me : errrr ….
Him : sayang kan udah dandan tapi gak jadi pergi …
Me : iya sih ….
Him : pamit mamie … Kalo gak boleh ya udah to? Jam 10 paling bubar …
Me : okay …

Alhasil, tanpa memaksa … Mom let me go. Alhasil lagi … Di Markas, temen2 kami udah kumpul semua. Malah seru-seruan …. Pada bawa anak-anaknya … Ada yang masi batita, balita sampe yang udah SD.
Seru banget mainan sama anak-anak itu! Sambil having my late buka puasa, sambil suapin krucil-krucil itu sama suapin ‘dia’. Couldn’t help myself not to put a big smile on my face saat dia gendong2in krucil2 itu. Cium-ciumin mereka as if they were his own. Babysit them, played with them …. Aaaaaaaaahhhhhhh!!!!

I really enjoyed watching him having a good time with his friends … Jam udah nunjukin jam 10 malem, but gak tega ngeliat dia masih asyik sama temen2nya. While saya udah gelisah karena si mamie sendirian di rumah.
Saya twit dia … “Aku abis gini berubah jadi upik abu lho” hahahhah …. Didn’t want to ruin his joyful moment with his friends! Really!!

Akhirnya saya lanjutin ngobrol2 dengan temen-temen yang lain sambil foto-foto pake kamera baru temen saya …

Entah kenapa, suddenly kok dia pake jaket nya dan langsung pamit-pamit. Dan akhirnya the whole troop bubar jalan.

Me : bubar?
Him : iya … Katanya ngajakin pulang?
Heheheh … He could read my mind bener …

Pas di mobil …
Him : sorry ya aku gak baca twit mu …
Me : that’s ok!
Him : aku cek ternyata tadi twit mu udah lewat 28 menit.
Me : iya gpp! Secara dah telat, sekalian malem aja juga gpp heheh …

Hadaaaaahhhh … Saya melayang-layang gak penting nihhhhh?? Saya masih gatau ke mana arus ini bermuara …. Meanwhile, saya enjoy aja …

Anyway … Selamat ldul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batinnnn …

Posted with WordPress for BlackBerry.

Blog at WordPress.com.