Inginbercerita’s Weblog

Targeting and Focusing part 1

Posted by: inginbercerita on: February 5, 2010

Saya kok jadi terinspirasi dengan obrolan saya (again!) dengan Sonny. This time hanya menginspirasi saya buat bikin postingan yang mengenai Resolusi di 2010 ini. Memang sih agak telat, tapi well … gak ada kata terlambat sih.
Waaahhh … Apa niiiy?? Berhubungan dengan cinta?? Naaaah …. This time sih enggak. Saya pengen menuliskan plan yang sebenernya udah beberapa waktu ini saya angan-angan, eh kok pada saat tekad saya bulat, semua jalan tiba-tiba kebuka begitu aja. Contoh pertama pada saat kita sudah membulatkan tekad, segalanya akan dipermudah.
Jadi apa sih ini??? *kok dari tadi mbulet ajaaaa .. hehehe*

Let me start from something simple. Mengenai Focusing, Targeting, Making Plans … well I know it sounds like Marketing theories … but it’s true!

Awal muasal saya membulatkan tekad buat Focusing my mind terhadap plan-plan yang saya buat adalah dengan satu hal yang simple. Menata Meja Console depan kamar mandi kamar saya.

Whatt??

Yes … That was the turning point! Di suatu wiken nan santai, di saat tidak ada acara kantor dadakan, sidejob yang irresistable ataupun acara gaul yang tempting … I was just lying around my bed dan melihat meja console saya yang cuman jadi tempat yang fungsinya gak jelas. Pulang kantor, tas taroh situ. Abis sholat, mukena … brukkk … taroh situ. File kantor … gubraksss … di situ juga. Or … Abis baca koran … sliyutttt … teronggoklah dengan sakses di situ. OMG … You must’ve thought that my room is more as a pigsty instead of a descent place to live in. No no no … not that bad … Cuman rasanya stuck aja dengan kamar ini.

I’m not really a decorative kinda person. Sampe lebih 3 tahun saya pindah ke rumah ini, masih ada kerdus guedeee yang isinya dari kamar saya di rumah lama. Saya lebih menitikberatkan ke fungsional. Kadang ‘nyusuh’ (bahasa jawa : berantakan, kadang numpuk barang kurang penting) here and there. As long as it feels home sweet home … well enough lah walaupun saya suka kemecer kalo liat home furnishing. Ironic, ay? Saya very much enjoying myself kalau lagi pas lagi di toko home furnishing dari IKEA, Index sampe pernak-pernik di toko retail umum macem Carrefour ataupun Matahari. Gemes-gemes liat pernak pernik yang menurut saya gemesin. Then … apakah kegemesan saya membuat saya konsumtif membeli pernak-pernik? Jawabannya adalah .. TIDAK sama sekali. Why? Simple … With these following reasons :
1.Lucu semua, bingung mo beli yang mana?
2.Kalo udah beli, gimana cara natanya … Salah-salah gak beda jauh dari tumpukan barang-barang saya kayak kemaren-kemaren.
3.It’s not top priority! Many other things need to come first.

hmmmm … finally I’ve had enough! Saya pengen make-over!

1st attempt: main belanja aja … berharap sampe rumah langsung terpasang cantik.
Result: kecapekan, ilang mood make-over, ketiduran dan itu barang-barangan yang dibeli tertimbun di antara barang harian yang masih merajai si meja console! *sigh*
This condition last for almost two months! Dan berganti tahun …. instead of bener kayaknya malah makin ruwet aja si meja console. But, I didn’t care enough to stand up and clean up the whole mess. Sampe akhirnya obrolan via BBM yang inspirational itu membuat saya berpikir.
“I need to be focus and set my target!” sambil memicingkan mata ke arah meja console yang sudah mulei menumpuk itu.
2nd attempt : a more focus plan, target and concentrate!
Process: Detailed Planning -> Bersihin Meja, pajang Frame foto (hadiah ultah dari Mbakku), pajang vas (beli di index) plus isinya, pajang lampu tempel IKEA, pajang kotak bambu (gak inget sapa yang kasih) and another frame foto (dapet diskonan 40% and only cost me Rp. 20rb. Greaatt!).
Result: 80% done! Why not 100%? Everything went smoothly! Secara cepat dan teratur. 20% sisanya adalah … ternyata need more references on arranging the table dan juga … isinya kurang heheheh. But at least, I have started the process of focusing my mind and turned out that it effects my life a lottt!!

Being focus and setting up our target is really important to achieve something or to make our wishes come to reality! Semacem teori sih. Cuman krasa banget beda nya kalo dijalanin. 1st atttempt adalah usaha (need to appreciate it!) asal2an, pokoknya usaha deh! Alhasil, asal-asalan juga. 2nd attempt adalah usaha yang lebih terencana dan secara hasil nampak jelas bedanya. And the most important thing is … It feels good! I feel more organize and it can effect me in so many ways …. Hopefully for the good one! Amin!

howaheeem … ngantuksss …. *mo ngimpi ke bangkok, blanja interior thingies di chatuchak … mas Wisnu nyusul gak ya?? xixixixi*

(Again!) – posted from my mobile device® -

Note : pics were taken from :

http://www.home-designing.com/2009/07/ikea-2010-catalog

HIM (Again!) and his wifey!

Posted by: inginbercerita on: February 1, 2010

Hmppfff … It’s been almost 2 years sejak pernikahan Sonny tapi sepertinya dia hampir tidak pernah putus hubungan dengan saya. Somehow, we have something in common yang hanya my thing and his thing yang sepertinya tidak bisa dibagi dengan orang lain, even itu istrinya.

If you think saya masih usaha … well well … ANDA SALAH BESAR. Sejak peristiwa berdarah (semacem lebay sekali …) almost two years ago, saya sudah terdetox dengan sendirinya. Walaupun (gobloknya) saya kliatan so so much happy tiap kali dia telpon or ketemu. *plaaaakkk*

Saya tetap berhubungan baik dengan keluarga besarnya, saya masih jalan sama si Ipus adeknya bahkan lumayan sering saya kasih job-joban buat jadi model produk yang saya potret dan amazingly dengan Danty, istrinya. Cerita apa lagi iniiii?? Sejak nikah, kalau pas lagi onshore, Sonny masih menyempatkan to contact me at least to catch up what’s going on, bahkan sempet mampir rumah waktu sepupu saya yang training consultant kantor dia berkunjung ke rumah saya. What a small world. Dengan Danty, saya ketemu lagi pas dia baru lahiran anak pertama mereka. Kebetulan si ibu dan calon jabang bayi diungsikan ke rumah bapak-ibu si Sonny, jadinya pada saat lahiran saya sempetin ke Bandung buat nengokin. Nice, ay?
Pas saya dateng … Sonny baru aja balik offshore paginya (DAMN pikir saya!). Si mamah dengan tangan terbuka, memeluk saya, “Wig, sombong sih lama gak main ke sini?”. Senyuman kecut saja yang muncul dari bibir saya. “Kata Ipus, kalian sering ketemuan?” (Ya iya lah … wong cuman beda kompleks ini!). “Ayo … ayooo … diliat itu bayine Sonny.”

Saya liat Danty di situ ….
“Dan … ini Mbak Wig, temen baiknya Mas Son mu”
Danty tersenyum dan mengangguk pada saya dan saya bales juga (masak iya mau saya cakar sih?).
“Aduhhh … babynya bobokkk. Namanya sapa nTe?” tanya saya ke si mamah (kok gak nanya ke Danty ya?)
“Hmmm … duhhh gak ngerti aku, Wig. Bapake wes offshore iki!” (note: gak tau aku, wig. Bapaknya udah offshore nih!)
Then … Danty mulei buka suara …
“errr … Mas Son bilang namanya Radit”
“ooo Radit ya? Udah namanya gitu lho nTe!” goda saya ke si mamah
“Lho aku gak ngerti yaaa ….”
“Boleh tak gendong, nTe?” (I did it again! kok nanya ke si mamah gak ke Danty??)
Danty again …
“err .. Iya mbak, gak papa.”
si Mamah …
“Gendong ajaaa … ben ketularan!”

*mo pengsan gara-gara sebel*
Akhirnya saya angkat tubuh bayi lelaki itu, “Cakepnya … Aduhhh bibir nya njedhirrr”
“Ehhh … enak aja cucuku dibilang njedhirr!!” Sambil mengatupkan si bibir supaya gak kliatan terlalu maju.

Di mana ada si mamah … suasana memang selalu heboh dan rame. Such a nice human being for a mother-in-law hahahha. Danty was overwhelmed melihat saya dan si mamah cerita back and forth mengenai ini itu. Dia hanya menjawab dengan lirih apabila ditanya. Didn’t really pay attention to that dan didn’t really know what to do on that situation.

The next time saya ketemu si Danty adalah saat saya dropped by ke rumah eyangnya Sonny sebelum saya ngantor beberapa bulan yang lalu. Sehari sebelumnya, temen-temen kampus sedang gathering dan kebetulan si Sonny kok pas telpon saya dan bilang dia lagi on the way dari Bandung. Langsung aja dong disambar anak-anak dan suruh dia dateng ke salah satu resto di town square itu.
Dengan berbagai macem alesan si Sonny refused to come. I really had no idea what was all about. Then, the next day saya sempatin mampir ke rumah eyang. Karena si Sonny lagi mandi, si mamah suruh saya masuk ke kamar. And Danty was there … a little warmer this time. “Hi Mbak apakabar??”
“Baik, Dan”
“Yukkk … silakan-silakan. Mas Son masih mandi nihhh … main sama Radit aja mbak.”
“iya iya …. aku gendong boleh ya Dan?”
Tak lama kemudian, Ipus dan kecil-kecilan anak adik si Sonny dateng, “Budheeeee ….”
Those adorable kids …. saya langsung peluk satu-satu …. foto-foto sama mas Radit (walau masih bayi, Radit kan secara urutan adalah yang tertua karena anak si sulung).

Then … *sriwingggg* bau wangi yang familiar …. “Wig …” terdengan suara yang dalem itu!
gubrakks … saya hampir kejedot ujung rak.
“Hey Son …” kissed me on my cheek sambil saya gendong anaknya.

TARIK NAPAS PANJANG … CONTROLLL … CONTROLL …

“Heh … ditungguin anak-anak lho kemaren!”
“Dia bilang masuk angin tuh mbak, abis nyetir dari Bandung!”
“Padahal kita tungguin ampe malem lho, Dan.”
“Ampunn buuu … ampunnn! sumpah gw gak bakal enjoy di sana, scr gw masuk angin beratttt!”
“Alesan!”

Instead … malah saya malah lanjutin ngobrol sama Danty dan Ipus. I guess … it’s a happy ending dan starting a new chapter to all of us.

Few days ago … Ada message masuk ke blackberry saya …
Him :Wig … sibuk?
me :Usual stuff. Why?
him :bikinin resignation letter dong! (seperti saya dulu bikinin application letternya)
me :mo keluar, Son? Why?
him :heheheh … dipindah ke HQ, jadinya formality kudu resign dari cabang dan re-apply ke HQ.
me : marvelous! Keknya cocok di situ ya?
him : try to enjoy it!
me : kok try? brarti you don’t really enjoy it there.
him : sometimes bosen kan ada, tapi … diusahakan yang the best lah sama fokus with what we want! Pasti dapet!
me : like … marriage, can it be planned, Son? *deg! saya juga gak nyangka bakal nulis begini*
lamaaa dia gak jawab, saya sudah all over the office
then .. centung!
him : Niatkan untuk ibadah, Wig. that’s it! Focus and concentrate on that. Dan siapkan hati.
me : hmmm …. (always short tapi menurut saya selalu kena).

Then, just now ada SMS masuk.
“Mbak Wig, ini Danty istri Sonny, boleh BBM mbak Wig?”
“boleh, Dan.”

Tak berapa lama …
her : Mbak Wiggg …
me : Kenapa Dan?
her : Mo kasih surprise buat mas Son, nih.
me : oiyaa … lusa atau lusanya lagi ya? *daaang … ketauan masi inget bday nya*
her : iya … tp di Bandung aja ya? Biar surprise nya ada bapak-ibu!
me : trus?
her : kontakin temen-temennya mas Son ya mbak … biar seru, kan bisa sekalian reunian tuh.
me : aturable neng.

Awh well … that’s all my update between me, him and his wifey. All’s good … saya jadi lumayan sering FB2an dengan the wifey waktu saya masih gak males FBan. Beneran ‘kan saya bisa mendetox diri dari Sonny? ahahhaah ….

Cinta yang Salah atau Salah Cinta?

Posted by: inginbercerita on: January 25, 2010

Duh Gusti, cinta adalah anugrah … Cinta adalah hal yang menurut hamba indah walaupun terkadang terjadi pertumpahan air mata di sana sini.  Air mata duka maupun bahagia adalah bagian dari Cinta.

Hmppffffhhhh! Cinta is olweyz a nice topic to be discussed at any time any moment and any occassion!

Seharian ini saja, dua topik cinta telah mendarat ke pangkuan saya. Tumben-tumbenan saya sempet buka salah satu jejaring sosial yang biasanya nancep di blackberry saya (yang saya sendiri sudah males ngeceknya), saya cek di laptop.  Hari ini bisa dibilang agak aneh, dibilang relaxed tapi kok baru sempet buka laptop hampir jam 2.  Tapi dibilang hectic, I felt so relaxed doing my stuff one step at a time … halahhhh … malah sempet-sempetnya FBan, twitting dll.

During checking one of them, saya terpekur melihat status salah satu dear friend yang sudah kayak adik sendiri itu … Si Wuri Ardianti. Status nya baru saja berganti dari single ke in a relationship with someone. When I clicked this someone … ternyata profile nya gak dilocked and he also put in a relationship status with Wuri Ardianti in his status.  *miringin kepala ke kiri* So Sweetttt!! (oh God, I acted like ABG blingsatan yang hepi liat temennya baru jadian dengan someone).

Just picked my phone and called her.  I was ready to shout dan jawaban dari sebrang, “Halo … maaf dengan siapa?” dengan suara super lirih.
Me    : Wiggy, Wur!
Wuri    : eh Mbak Wig, pake nomer lain!
Me    : miting ya?
Wuri    : he’eh … call you back ya.

DAAANGGGGG!!! Excitement saya langsung anjlok rasanya!

Afterwards, saya kelelep kerjaan lagi. Krang kring … kanan kiri depan belakang, ke ruangan Sammy (boss saya) yang butuh ini itu. Ngurusin anak buah saya yang mau cuti besok.  Juggling my day as usual … then … tulululutttttt
Wuri    : Mbak Wigggggg
Me    : ihhhiyyyyy!!! Ada yang jadian gak bilang-bilang!
Wuri    : Aduh mbak Wiggg … gak brani bilang apa-apa dulu dehh.
Me    : Kok gitu sih?? It’s good!! It’s a very good news lhooo …
Wuri    : Gak disangka gak diduga dan kejadiannya cepet banget!
Me    : Iyaaa … over 1 weekend ke Jawa Tengah kok balik bawa relationship?
Wuri    : Nah tuh diaaaa!! Inget anak milis si koko Hadi? Si mas ini temen SMA nya dia!
Me    : Perjodohan??
Wuri    : errrr … gimana ya? Hmmm … iyaaaa …
Me    : Hiyaaaaaa … pas bangettt??
Wuri    : Doa nya aja Mbak … aku kemaren ketemu bapak ibu nya … pas mo balik sini kok si ibu bilang, Wuri, kapan kami bisa ketemu orang tuamu.
Me     : Soon darling soon!
Wuri    : Mbakkk wigggg … aku deg-degannn

Frankly speaking saya cukup surprise dia bisa ketemu someone so soon.  She just had a rough top knotch relationship! She has a tendency to get involve with somebody else’s husband! Whaaaattt??? Yessss!!! That’s what happened with her life all this years! It’s not that she’s being a flirt to those guys, tapi entah mengapa dia selalu ended up dengan seseorang yang sudah menikah. Memang pernikahan those guys sudah di ambang kehancuran (seperti cerita-cerita pada umumnya).  Cowoknya yang dulu sudah pisah rumah dengan istrinya for more than 5 years tapi si istri tidak mau cerai karena she’s a high rank navy officer.  Pernikahan status kinda thing.  Dan her recent boy friend, 11-12 sama yang dulu.  Sudah pisah rumah for 2 years, beristrikan wanita bertangan besi.
Wuri    : Love comes when you least expect it, Mbak!
Me    : Hmmm …
Wuri    : Aku masih mikir si Harley terus pas he came along …. Tapi karena pelan-pelan aku coba … ya gitu deh!
Me    : ya ya ya … basically I’m happy for you, dear.
Wuri    : Thanks mbakyu … semoga good things also happen to you …
CLICK! Dalam hati saya hanya berdoa, semoga it’ll work out this time.

Pas on the way out from my lobby, ada telpon masuk.  My dearest friend from Junior high, Ambalika Kusuma. Dia kasih update mengenai event (side job) yang akan kami kerjakan this weekend. Someway, somehow, I could feel something different from her voice!
Me    : Kamu flu bu?
Lika    : Enggaaakk
Me    : Gak beres kamu!
Lika    : Enggakk … *sambil sentrap-sentrup*
Me    : Kalo gak flu? Oh No! Kamu kenapaaaa???
Lika    : Enggaaaakkk … huhuhuhuhuh

Yaaaa … dia nangis dehhh!!!  I could act like I am the most thoughtful and understanding person in the whole wide world.  Instead ….
Me    : Bagus deh nelpon dari pada cuman ngebatin gw dan bikin gw jungkir balik gak jelas kenapa?
She did this once a long time ago about 10 years ago.  Jadi dia patah hati, nangis-nangis gila, dan ngebatin saya, “Wiggy, I need you … Call me!” Pas saya lagi outbound kantor. Somehow, saya jadi uring-uringan pas outbound itu. 3 hari kayak gila.  Begitu saya sampe … saya telpon Lika dan … that was what happened.

Lika    : Gila ya buuu …. Umur 35 dan urusan cinta-cintaan tetep bisa bikin gw nangis bombay gilaaaaaaaaaa *sesenggukan this time*
Me    : Ya emang gitu rasanya! Barusan kita ngobrol kan bu? Apa kalo cinta bikin kita nangis terus kita akan menghindar?
Lika    : Right!
Me    : kita udah tau resiko nya, and we did it anyway … so?
Lika    : Iya …
Me    : Harus dilewati, harus dijalani, harus dinikmati.
Lika    : He’eh
Me    : I’ll call you kalo udah sampe rumah ya …

As soon as I got home … Had a very quick dinner karena saya gak sabar banget pengen tau what went wrong with my friend ini.
Like    : heeyyy …
Me    : aaah … suaranya udah mendingan. Udah bisa ketawa?
Lika    : hahahhaah … udah ditembak pake indomie telor plus lots of lots of cabe!
Me    : Dasar murahan! Tangisanmu cuman ditebus pake semangkok indomie pedes doang …
Lika    : hehehehe …
Me    : So … what is it this time?
Lika    : Gw udah mati rasa Wig dari jaman bubaran sama si Farid dulu! Tapi this guy showed me gw masih punya rasa! Masih punya cinta Wig.
Me    : Bagus duongs! Ngapain nangis kalo gitu??
Lika    : *mulei berat lagi suaranya* huhuhuhu … kejadian terulang kembaliiiii!!! Beda agamaaaaa … Kenapa ya kalo seagama gw mesti gak meant to be ajah.  Kayak gw ama Farid dulu … Kalo kita bisa dan mau jalan sendiri2, anak gw udah umur berapa sekarang, Wig!
Me    : Hmmm … This time gak bisa jalan sendiri-sendiri kayak plan lo ama si Farid dulu?
Lika    : hmmppffhhhh! Sekarang gw mo lebih selfish Wig. Mungkin gw ama calon gw bisa-bisa aja kalo mo diniatin jalan sendiri-sendiri, tapi anak-anak kita ntar gimana? Pasti gw ama suami mau saling ngajarin agama kita masing-masing. I can be very selfish on this one, Wig.
Me    : Right, Ka! Gabisa dipaksain, deh! Can’t say I know how you feel because I don’t, dear! Just hang in there, honey!
Lika    : I know … sakiiittt wigg!
Me    : Been there and done that … urusan cinta-cintaan emang bikin sakit tapi nyandu yak? heheheheh …. *plaaak*

Love love loveeee .. melulu! Jadi inget acara di MTV pertengahan 90an yang isinya love meluluuuu!! Never ending topic, indeed!
Saya berasa kaya dengan mendengarkan banyak kisah cinta yang saksesful maupun yang harus direview keberadaannya.  Herannya … saya juga gak berasa tambah pinter juga ahahahahh … But then again, that’s life.  No fixed formula for such thing.  Awh well … ngantuk, ngantuk aaah!!

Dari Postingan lama yang lupa belum terpublished!

Posted by: inginbercerita on: January 19, 2010

Goodness … setelah bongkar-bongkar file lama, ternyata saya nemuin postingan lama saya yang belum sempet terpublished! Tertanggal 24-Dec-2007. Waaahhh … masi kekembangan sama mas Wisnu tuh ahahahhah!

Dec 24, 2007.
Halah … udah hampir akhir tahun.

Saya gak pernah nyangka kalo ketemu cinta lagi di tahun 2007 ini. *sigh*
Almost a year saya totally menjomblo setelah hubungan panjang yang ups and downs, ehh … saya kok ketemu lagi sama perasaan yang bikin melayang-layang, yang bikin butterfly (hehehe … mentega terbang, kata temen kuliah saya) menclok lagi dalam hati saya.
Udah lama banget saya gak ngerasain ini. Si oknum W ini udah bikin hidup saya berubah entah berapa derajat keedanannya. Even saya yang biasanya agak suka susah suka ama lawan jenis, bisa yang kayak berasa gila gitu! God! I thought being 30 something bisa membuat saya lebih yaaa … kayak orang dewasa gitu menyikapi cinta. Ternyata heheheh … lebih gila dibandingkan waktu saya a little bit younger!

Saya gak ngerti apa yang bikin saya tertarik pada si oknum W ini?!?!?!? Until now … still I don’t get it?? Kok bisa ya?? Entah aura macem apa yang udah dia pancarkan dari dalam dirinya, tapi menyedot perhatian saya luar biasa, bikin hati saya kebat-kebit gak karu-karuan.

Proses ketemunya gimana? Awh … not that important, really! Actually, saya udah kenal si oknum W ini for quite a while, well gak kenal dalam artian kenal hanya dalam artian saya tau dia dan blio tau siapa saya, that was it! Ketika saya dipertemukan dengan oknum W lagi bulan sekitar akhir April awal Mei kemarin pas liburan di Bali, hati saya rasanya mak DEG! He looked not far different from the last time I saw him years ago. Kembali ke hotel, pikiran saya cuman … kok dia beda ya? Pas besoknya saya ketemuan lagi di kawinan, rasanya kok seperti dia yang gantian speechless. Pikir saya, “Kamu kliatan ganteng banget pake jas item dan hem putih kayak gitu, hrrrrrrrrrrrrrrrr!”
“Pulang kapan, Wig?”
“Naik pesawat besok pagi!”
“Buru-buru amat?”
“Libur tlah usai! Time to get back to work lah Mas.”
“Ikut kita (dia and his gank) lanjut ke Lovina yuk?”
“Tiket nya udah kebeli, Mas. Sorry, next time deh …”

I didn’t whether I made the right or wrong decision. Cuman dalam mobil yang membawa kami (saya and the girls) kembali ke hotel, musiknya pas bener “Just the way you look tonight” dan pikiran saya yang jadi bener-bener menerawang entah ke mana? Kemudian ada suara-suara dari back seat, “Keknya ada yang bakal nyusul si Ayu neh abis ini!”
“Hush!” kata saya. But, deep down, saya terpikir … Apa mungkin ya??

Sesampai saya di rumah Minggu siang itu, kok kepikir buat SMS dia ya? Tapi karena takut ketauan norak heheheh … saya SMS salah satu member of his gank nya, yang agak susah bales SMS. And … BINGO! After almost half an hour gak ada balesan. This is it! pikir saya waktu itu.
Hi! How’s Lovina? Aku SMS si ivan kok gak ada balesan ya? SENT
Tingtung … oknum W on the screen.
Hi juga. Biasa Ivan bencong duduls, udah gwa sampein. Lovina’s awesome! Sayang kamu gak ikut!
Sayang saya gak ikut? Maksudnyaaaaaaaaa????????
Tiket udah kebeli, Mas. Sorry ya? Next time janji! SENT
Tingtung 2X
1. Ivan
Lovina asek nekkkk, lo ngapain gak ikut? ehhh … tumben lo SMS sgala hee tinta adinda angin dan hujan?
2. Oknum W
Heheheh … it’s okay. Beneran ya? Have fun back to work!

*sigh* yang bahasa jawanya … haaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh …. opo toh iki ya? What is this all about?

====

Selasa siang almost lunch, entah mengapa hati saya resah karena tangan saya gatal berat … gatal berat pengen kontak dia. But, I stayed away from my HP. Keknya kok takut terkesan terlalu agresip. Akhirnya saya putuskan untuk mengeBUZZ nya di yahoo messenger. ID yang ternyata sudah dia miliki all along tapi tak pernah berkomunikasi.
wigati.onthenet : Siang boss … gimana liburannya?
OKNUM W : Hey Wig! Baru balik kemaren malem banget. Pagi-pagi udah ngantor lagi.
wigati.onthenet : Gak capek, Mas? (cuih … klise! begaya a la anak kuliahan aja?)
OKNUM W : heheh … capek sih, tapi asik! Banyak dapet foto bagus!
wigati.onthenet : Wah … boleh liat dong?
OKNUM W : ada tuh baru gwa uplot sebagian di multiply! nih … oknumwblalabla.multiply.com
wigati.onthenet : aku meluncur ke sana afterlunch, mas. Baru blajar pake mp nih.
OKNUM W : silakan, aku ke project juga. CU round!

Sejak Selasa itu … saya dan dia jadi saling berkomunikasi. Entah mengapa hati saya tiba-tiba suka krenyeng-krenyeng kalo teringat dia. Saling kirim lagu (suka gak suka lagunya). Kalau dia baru uplot lagu baru di mpnya, saya juga akan mampir dan abal-abalnya, “minta lagunya yaa … dah lama nihhh cari lagu ini!” Tapi ada yang emang lagu yang saya cari banget kokkk! Kadang saya juga khusus minta diimelin lagu yang emang saya lagi cari (padahal benernya ada di list MP3 saya, saking saya males aja cari lgi).
Sebulan lebih sedikit, tiba-tiba dia SMS, “Gwa dong udah sampe di ******” Well … kami memang beda kota sih! Dan tiba-tiba dia nongol di kota saya, seperti yang dia pernah mentioned tp dia bilang belum tau kapan?
Langsung aja saya telpon
Me : Selamat siang Bapak W! Sudah sampe toh?
OKNUM W : Siang? Ooo … jadi ini nomer telpon kantornya si Ateng (nama OB saya yang sering saya ceritain ke OKNUM W kegokilannya)?
Me : Heheheh … yang diinget si Ateng doang sihh?
OKNUM W : Halah halah halah … kok boss nya Ateng jadi sewot haahhahh … (Gosh! I love your laugh bnget bangettttt …)
Me : What’s the plan for today, Mas?
OKNUM W : Iya nih … gwa check in dulu ya? Abis gitu ke kantor cabang sini.
Me : Ntar malem ada acara?
OKNUM W : Ya ketemuan ama temen-temen gank Bali kemaren. Tau si Ita kan? Ada beberapa yang kebetulan juga lagi di sini.
Me : OK. Perlu kujemput?
OKNUM W : Gampang lah …

Malam itu, saya mengajak si Dinda temen main saya yang rada cenayang itu. Pas ketemu lagi sama si Oknum W, hati saya tambah gak karu-karuan. Saya udah kayak orang bodo mendadak. Kenapa tiap kali saya lagi dalam stage seperti ini, instead of otak saya bisa bermain cantik yang nongol malah kebodohan saya yang maha dahsyat lebih merajai tindak tanduk saya. Tapi si Ita-ita itu, temen OKNUM W yang bekerja di salah satu industri sebagai HR person seperti bisa mencuri start. Dia duduk dan stay close to OKNUM W. Dia bermain cantik dengan mengajak mengobrol oknum W dan mengunci posisinya agak tak terengkuh oleh pihak lain. Dinda sempet berkata, “Nyante aja … ntar coba gw alihin perhatiannya.”
Sehabis makan, kami nongkrong di cafe hotel tempat si oknum W menginap. Dindan mengambil smart move sambil beralasan kebelet pipis, dia mengikuti oknum W yang mau meletakkan tasnya di kamar. Pada saat kita masuk ke kafe, si Ita ini berkata, “Si W mana ya?”
“Ke kamar, mbak. Katanya mau naroh tas.”
“Wahhh … aku butuh ke WC juga kayaknya.”
“Gak usah jauh-jauh, Mbak. Di sini juga ada kok.” kata saya sambil tersenyum manis (senyum kemenangan kecil).

Malam masih berjalan panjang, dan si Ita was all over him completely. Dinda tidak terlalu berhasil mengalihkan perhatian prempuan itu. Dasar, apa karena dia orang psikologi, makanya pake strategi!?? Dinda yang udah bergaya ‘gak banget’ (menurut saya) itu aja tidak bisa mengalihkan perhatiannya. Bener-bener hebat Mbak itu hahahahahah …. Tapi later on that night, Dinda otw home bilang walopun Ita was all over him, tapi pandangan oknum W tak terlepas dari saya. Heheheh … saya gak mau ikutan di ladang yang udah dikerjain orang! Saya gak mau ikutan all over him … emang saya prempuan apaan?

===

Few days later, pas YM dia udah OL lagi, saya buzz …
wigati.onthenet : Wah sakti bapak ini … udah bisa OL lagi.
OKNUM W : Dah dari semalem kali jeng! (he called me jeng this time!)
wigati.onthenet : Bikin report dong?
OKNUM W : Not much lah, cuman inspeksi kecil ini.
wigati.onthenet : (sambil mikir … tulis enggak tulis enggak tulis enggak??) Singkat bener! Kurang lama … sampe kita gak sempet ngobrol!
OKNUM W : Abis kamu sibuk ngobrol ama si Dinda, gak enak ganggu!
wigati.onthenet : Ya aku dong yang gak enak ganggu! Secara Mbak Ita kan nampak serius ngobrol sama dirimu dari sore sampe malem, sampe pulang.
OKNUM W : Kamu Cemburu Jeng?
PENGSAAAAANNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN LANGSUNG PANAS DINGIN
wigati.onthenet : (moment of silent) (didn’t know what to write) (what should I write?) (Oh! GOd! Please Let me know A.S.A.P!)
OKNUM W : Jeng?
wigati.onthenet : errr …. kalo ya kenapa? kalo gak kenapa? (there I said it! bener gak sih jawabnya???)
OKNUM W : Haduh … pagi-pagi kok udah galak?
I was so speechless at that very moment
wigati.onthenet : hehehhe … galak ya Mas?
OKNUM W : Kalo cemberut itu bikin cepet tua loh jeng?
Dan obrolan mengalir pada obrolan-obrolan yang less important.

Entah mengapa saya tidak pernah bisa membawa obrolan menjadi lebih serius? Dan sepertinya dia juga enjoy dengan obrolan-obrolan ringan. SMS-SMS kurang penting tetep jalan. Sebenernya, it’s not really me gitu kirim-kirim SMS yang agak-agak gimana ya?
“Selamat Hari Minggu … hari ini ngapain?” *haduhhhhhhhhh … apa sihh??*
“Dah pulang ngantor, Mas? Drive safely!” *Gak safely ya ditangkep polisi dekkkkk!”

Pernah suatu malem saya OL sampai agak malam dan ternyata dia stay late di kantor, entah dapat angin dari mana? Obrolan kami agak serius malam itu …
wigati.onthenet : blablablabla …. terus jadinya kapan kamu nyusul Mbak Ati nikah juga?
OKNUM W : Belum lah jeng … aku sih mending kawin aja dari pada nikah heheheh …
wigati.onthenet : (Shit! pikir saya dalam hati) Ahhh … kamu kayak bule aja Mas.
OKNUM W : Hehehehe … iya sih, banyak temen gwa yang bilang gitu. Nikah bikin ribet aja …
wigati.onthenet : Ribet ato gak … errrr toh pernikahan itu kan just a matter of a piece of paper kan, Mas?
OKNUM W : Kyknya ya Jeng?
wigati.onthenet : Tapi buat aku sih Mas. Pernikahan itu gak kayak kebanyakan anak-anak early 20s bayangin. Kayaknya sih pernikahan itu another gateway to a more complicated problem. Tp ya as a human being, like it or not, harus dihadapin sih. It’s a part of being human aja sih kalo buat aku. Kuno kali, but … ya gitu deh.
OKNUM W : Gak usah terlalu extreme lah jeng mikirnya.

THe next day yang sibuk, pas lunch time saya iseng-iseng buka FS yang udah beberapa hari tidak sempet saya buka. Kok tiba-tiba ada testi baru.
OKnum W
Life is complicated katanya
Untuk menuju ke jenjang yang satu itu adalah another complicated stage katanya
Tapi harus dihadapi dia bilangnya …
Yang penting jangan putus asa laaah

WHAT??? I DON’T KNOW WHAT IT MEANS?? APA INIIIII ….

====

huwahahahaah ….. Jadi pengen ketawa, mainannya masi FS bowww! … Walopun lately, Mas Wisnu kebetulan lagi menghiasi hari-hari saya kembali. Lucu ajaaaaaa gituhh! *DAAANGGGG*

Try to Write again!

Posted by: inginbercerita on: December 30, 2009

Yes, indeed! Udah lamaaaa banget saya gak nulis, ngeblog whatever it is. Mungkin ini ya yang namanya writer’s block? Hahaha … I know that I’m not yet a writter but well … Agak begaya dikit boleh dong?

Tadi malem sebelum tidur, saya went over all my postings, saya sampe geleng-geleng kepala … Garuk-garuk aspal banget sih? Ahahaahaha … Still is though. Tapi saya amazed juga, kok bisa meluangkan waktu buat posting gila2an, while sekarang kayaknya waktu sudah terpetak2 dengan sangat padatnya. Perhaps l wasn’t that busy a year ago. Writer’s block tersebut tidak hanya dalam hal blogging, tapi juga urusan thesis saya yang gak beres-beres. What??? Ehm ehm … Iya bener. Gatau deh, keknya berasa bodoh dunno what to write hehehe.

Anyway, this is something that becomes quite a topic among my classmates. Emang sih belum semua lulus. Cuman yang baru2 lulus kok seperti kena sindrom *pongahtiadatara*. Well … Actually it is okay, they earned it, they deserved it! Me? Entah sekedar sirik or just sebel liat polah lebay bapak2 itu (ibu2nya baru ada satu yang lulus dan acted biasa2 saja). Contoh nya seperti di milis angkatan yang seperti kasi tips singkat tapi gak jelas menghadapi sidang, tapi at the end … Yang biasanya tanpa siggy tiba2 ada tulisan:
Rgds,
ES, MBA.

As usual, I’ve never had any wish nor intention to entertain such action, akhirnya saya malah ngebahas postingan si mas-mas ganggu ini dengan detail. Sampe akhirnya ada temen yang reply,
“Mbak … Itu isi postingan hanya formalitas. The real one adalah si Mas ES hatinya tak sanggup menahan kebahagiaan kalo dia udah lulus, makanya ada MBA nya tuh di belakang.”

Me …. Once again …. Perlu ya gelarnya dipasang-pasang. Ahahaahha …..

Hope this first posting after quite some times leads me to more postings!

- posted from my mobile device® -

Krisis Jati Diri ato Krisis Identitas?

Posted by: inginbercerita on: July 5, 2008

Halaaah … abis hiatus berbulan-bulan, tiba-tiba judul saya krisis-krisis an … apa ini? Beberapa waktu yang lalu saya pergi dengan Vina Lubis, temen saya dari SMA.  Udah lama gak ketemu sih, secara si Vina ini sudah happily married dengan mas Ari nya yang gak boleh diapa-apain itu.  hahahahha … Gak deng … Dia hanya terkena euforia dadakan setelah nikah.  Ehhh begitu si Mas Arinya ditugasin ke Makassar, eh lah … dia mendadak jadi lajang lagi. Well well … at least … saya ada temen jalan hari itu.

Anyway, cerita Vina diawalin dengan, “Inget temen kuliah mu si Wina?”
“Wina who?” tanya saya sambil terus menyetir.
“Wina Arintha.”
“Eh iya … dia kan kerja di tempat mu juga ‘kan?”
“Ho oh …”
“Gimana kabar tuh anak. Tambah cantik gak sih bowww … Umur di atas kita tapi .. beuhh! Cantiknyaaa … kayak 30 aja belum”
“Cantik sih … tapi gak kliatan segitu mudanya kok Wig!”
“hehhehehe … emang sih … kalo gw liat itu si Frensternya umurnya keknya 27 terus tuh dari tahun kapan?”
“Nahhh ini dia nihhh yang mo gw omongin!”
Saya dengan nada excited menanggapi, “wahhh ada apa nihhh?”
“Bayangin aja … kapan itu lagi outing bareng kantor … terus ada anak baru di divisi gw, sekampus ama kalian cuman yaaaa angkatannya jauh lah di bawah kalian, angkatan 2000 gitu.”
“Bow … dia masuk kuliah aja, gw jg udah gak kuliah kali!”
“Terus pas Wina tau si anak baru ini sekampus, dia juga bilang sih kalo kampus nya di situ, tapi beda angkatan.”
“Dia bilang angkatan berapa gak bow?” tanya saya menyelidik.
“Dia bilang … owh gw angkatan 98.”
“Si anak baru ini bilang dengan polosnya, kok gak pernah ketemu ya mbak? 98 sama 2000 kan deket tuh, paling gak pasti pernah liat or kenal ama si ini itu.”
“And then …”
“Dia tersenyum dan berlalu …. Aneh!”
“Padahal lo di situ ya bow? Kok dia gak malu sih ngaku-ngaku … padahal dia tau kan kalo lo temen gw.”
“Itu juga aneh Wig! Pas gw baru masuk kan emang si Wina udah duluan kerja di situ! Pas gw nanya, kenal Wiggy? Sekampus ‘kan?  Kok dia gak excited gitu. Padahal kalo gw ketemu ama orang from my past … I would gladly and be excited! Dia yang kayak ngeles gitu.”
“Siyaaalll! Gw gak penting kali Na! hahahahah … tapi menurut gw aneh juga … soalnya kayak dia mau memutus link dari masa lalu nya.”

Ya … ya … ya … it happens!  Sudah sangat wajar bahwa wanita lebih suka kelihatan muda.  Few days ago pada saat ada yang bilang saya kliatan kayak masih 27-28 … huwiiihhh .. rasanya kayak melayang-layang.  Tapi saya tidak mau menutupi kenyataan that I am a lot older than that.  Being 30 something is like being in a new stage of my life!  Saya merasa lebih matang, lebih percaya diri, lebih tenang dan berisi (hahahahh … whatever it means!).

Saya tidak menyalahkan apa yang dilakukan oleh Wina as she really wants to stay as young as she can be!  Wina as a successful career woman, ingin selalu nampak in her best look! Dengan memudakan umurnya mungkin akan nampak prestigious bahwa di usia muda dia sudah achieved banyak.  Tapi saya jadi mikir lagi … for several positions, justru dibutuhkan orang-orang yang berusia matang untuk mengisi posisi-posisi tersebut. Belum lagi dunia maya sekarang sudah luar biasa! Bisa aja kalau dia apply ke suatu perusahaan and then the person in charge found out that wina yang mengaku 27-28an ehhh ternyata udah 30an. Doesn’t matter sih benernya. None of my business juga.

Tapi usaha-usaha dia buat memutus link ke masa lalunya menurut saya agak outrageous.  Seperti pernah beberapa tahun yang lalu saya kasih testi ke FS dia dengan berkata, “Winnn … yukkk kapan ultah lagi kayak jaman kuliah dulu. Kangen nih”  And you know what she did on the next day?  Mbak … testimu kehapus nih … testi nya tulis aja, kapan ultah bareng lagi?  Whaattt?? Saya pikir waktu itu … hmmm kok aneh ya? Why? kayak nya kok takut ketauan siapa temen kuliah nya. Kalo ketauan sapa temen kuliah nya, maka bakal ketauan berapa umurnya since pada waktu itu saya tidak menyembunyikan usia saya yang 30 aja lewat. Saya lihat lelaki-lelaki yang termehek-mehek memberi testi penuh cinta padanya … Oh God! cowok-cowok baru mentas dari bau kencur hahahah (oops … sorry … nothing personal). Lama kelamaan jadi terbentuk asumsi dalam kepala saya. owwww … dia mau menghapuskan jejak dari masa lalu dan usia dia yg sebenarnya.  Saya jadi wondering apakah dia ganti ktp juga for this purpose.

Awwwhh .. sudah lah! Sesama Jomblo dilarang saling protes!

Injury Time leads to Recovery Time

Posted by: inginbercerita on: May 28, 2008

Injury time has just ended … Here comes Recovery time!

Apa coba ya? Ehm … no need to explain lah. Untungnya walaupun sempat mengalami kerewelan yang menurut saya ganggu, saya untungnya melewati injury time ini dengan aman tentram damai. Sedikit destruktif walaupun tidak parah hahahahha … Perih memang. Dan mengorek keperihan during the injury times memang menambah beban, but amazingly terasa amat nikmat. I know it sounds crazy, but it’s true! Too much perhaps, but nothing I can do to ease the pain. I’m not fully recovered but I’m getting there though.

Nahh … karena saya masih masuk dalam proses recovery time, jadinya saya banyak berpikir mengenai kejadian gila yang menimpa saya bulan ini. Banyak kejadian yang saya gak pernah notice sebelumnya, jadi saya perhatiin during my injury time dan hopefully saya dapat pelajaran berharga walaupun kalau dibaca mungkin looks crazy. Tapi what the hell … toh this is really what I feel.

Sering kali pada saat kita lihat teman atau sodara sedang dirundung masalah, patah hati, putus cinta atau permasalahan lain, kita sebagai good friend pasti turun tangan at least untuk memberikan dukungan apapun itu bentuknya, dan most pasti berbentuk dukungan moral. The most common thing yang sering terungkap adalah, sabar ya??? ikhlasin aja??? Cari yang lain laaah??? Kasusku malah lebih berat!!! Mungkin pada saat saya terkena permasalahan yang almost similar sebelumnya saya gak terlalu notice ungkapan-ungkapan tersebut, sehingga hanya berlalu saja di telinga saya. Tapi pas saya dirundung masalah yang barusan, those words of ‘wisdom’ berasa seperti tikaman yang setajam SI … LET (tolong … dinadakan a la Feny Rose).

How so? Kata-kata SABAR terus IKHLAS nampak seperti mudah meluncur dari mulut seseorang, dan saya (and I bet everyone) actually tau lah teori kalo lagi ada permasalahan harus dihadapi dengan SABAR dan IKHLAS tadi itu. Cuman saat itu (dan sekarang) saya jadi berpikir apakah itu adalah kalimat standart untuk memberikan support? It’s not that I’m not being grateful atas perhatian dari beberapa teman yang sudah memberikan support, cuman efeknya … instead of saya jadi sabar dan ikhlas, saya malah jadi lebih emosional. Why? It’s like everybody expects me to be patient dan mengikhlaskan yang terjadi during my injury time. Oh God! Saya masih berdarah-darah, dan my mental state was still in a deep sh*t. Syndrome nobody can’t understand me menjadi menggelora dalam dada (hyperbolic mode on … I know!). Saya merasa tidak perlu disabar-sabarkan karena it’s not possible to be SABAR during that moment of injury. It’s not possible as well to be IKHLAS pada saat hati saya masih dilingkupi emosi yang mendalam. Pada waktu itu, saya pun tahu dan mengerti bahwa injury time pasti akan berakhir karena time will heal everything. CUman ungkapan orang-orang itu, seperti meminta saya untuk melakukan speedy recovery pada luka saya sehingga kemungkinan luka saya akan sembuh tp dengan bekas yang nampak jelas, padahal saya masih ingin menikmati berdarah-darahnya luka saya dan membiarkannya sembuh dengan natural sehingga bekasnya hilang dengan sempurna. THat’s it! That’s what I want …. fair enough ‘kan? So, please … don’t add kata-kata sabar dan ikhlas in your comment karena it will torture me even more (I know … another hyperbolic expression!)

Furthermore, saran-saran seperti cari yang lain laaah … dan ujung-ujungnya berimbas pada Mbak Wig sih terlalu pilih-pilih! Nice! Really nice …
For some people, it is easy to find replacement. I wish I could do the same. Dan saya juga ada niatan begitu, tapi kadang reality nya tidak seperti itu. Being judgemental just doesn’t help the situation. Orang dekat cenderung being judgemental over the situation. Saya jadi belajar buat tidak menghakimi suatu situasi karena terkadang reality nya tidak seperti itu. Saya cuman menarik nafas panjang aja kalau ada yang ngomong gitu. Sebel sih, tapi apa saya mau melakukan kekerasan domestik pada orang yang being judgemental kayak begitu … saya ngebayangin kalau ada yang begitu rasanya it will feel great kalo saya bisa jambak-jambakin rambut orang itu sambil ngomong, kayak gini nih rasanya denger omongan lo! (Ally McBeal mode on).

THe other thing is comparing the situation. Seperti, ihhh … masi mending dari pada gue dulu. Bayangin aja jeung, gue dulu … blablablabla … Yeaaaah!! I knowwww … but who cares? It seems that you don’t even care that I’m on my injury time, telling that you have a bigger deeper sh*t is more important! Gosh! Saya berubah or kembali menjadi seorang b*tch. What a hell lah! I need to be back to my old bitchy style sometimes. Saya ngerti sih mungkin maksudnya to make my life a lot lighter karena ada banyak orang dengan penderitaan yang lebih dalem. But heyyy … c’mon! Mereka gak mengalami apa yang saya alami, dan begitupun sebaliknya. Saya tidak pernah mengatakan I have a deeper problem dari pada mereka pada saat mereka mengalami kesulitan. Saya cuman peluk mereka bahwa, everything’s gonna be just fine eventually. Not now, but it will.

Arrrghhhhhhh … sambil mengacak-acak rambut saya. Postingan saya kayaknya bener-bener depress and all. Actually, I’m good … I’m fine (damn! It’s his line tiap kali saya tanya kabar). Saya cuman mengumpulkan kekesalan saya dalam tulisan. The rest … I’m almost fully recovered. Saya gak minta dikasihani cuman … oh please … I just need a release. Really! Thank God, I found 2 friends who really helped me through this bukan karena menyuruh saya buat sabar, ikhlas and all. Yang satu, kami totally share karena permasalahan yang kami hadapi kok ndilalah agak mirip. Kami hanya saling menguatkan dengan it sucks, it’s painful. Nothing we can do, only enjoying this injury moment until it’s gone naturally. Kami malah mengopekluka kami dengan amat nikmatnya hingga bercucuran air mata. And the second, a friend who can build my confidence. Not 100% though. But, it’s quite enough to convince me that I am worth to be with the best and deserve to get the best one.

I don’t know lah … namanya juga masih blank.

Tags:

then … I become Julia Roberts ….

Posted by: inginbercerita on: May 2, 2008

Mobil saya udah hampir sebulan bulan umurnya, Sonny belum juga sempet mampir tiap kali balik dari off-shore. Kayaknya langsung balik ke kampung halaman gak mampir-mampir rumah eyangnya yang sebelahan kompleks dari rumah saya. Then, I just carried on with my life, such as working, socializing, doing papers and attending weddings. Lagi musimnya mungkin. Kira-kira bulan lalu … pada saat saya bersiap-siap ke nikahan Bram temen kuliah saya … tiba-tiba ada telpon masuk. Di LCD tertulis Adrian Laksono.

Me : Iya bapaaaak … ada apa?
Sonny : Hey buk … Lagi ngapain?
Me : Bram nikah … dapet undangannya ‘kan?
Sonny : Dapet! Brangkat ama sapa?
Me : Rencana nya ama Gondo, Bogel, Ardi, Eka, sama awalnya Aldo di sini juga.
Sonny : Owh dia gak offshore.
Me : Gatau pak *ketus mode on*
Sonny : terus?
Me : Keknya berangkat sendiri, akhirnya. Gatau tuh anak-anak mo dateng earlier soalnya mau nganter Aldo ke airport.
Sonny : Udah siap?
Me : Dari tadi sih soalnya janjinya mo dijemput, tapi secara gak jadi buru-buru … ya aku mau ngadem dulu.
Sonny : Give me stengah jam bisa? Aku mau cukur-cukur dulu, dll.
Me : Kamu di mana Pak?
Sonny : Lagi di Uti (eyangnya) nih … Okay? Click!
Me : SPICLESS …

20 menit kemudian saya keluar kamar, udah gak keringetan … ngobrol bentar sama mamieh dan tiba-tiba …
“Malem, Tante!”
Sonny udah di ruang makan dengan gantengnya pake batik madura yang bagus banget. Saya sempet amazed liat temen saya for 15 years ini. He really looks a lot younger than his real age. Hanya gurat-gurat tipis tersamar di ujung matanya yang tak bisa menipu kalau dia sudah tidak 25 lagi seperti yang banyak diduga orang.
“Eh, Son … udah lama?”
“Barusan kok tante. Wig, langsung?” Singkat dan tegas.
“Mieh … jalan!” Salim dan tak kalah singkatnya.

Di car port dia nampak mengintip-ngintip isi mobil pilihan saya itu sambil berkata singkat, “Bagus!”
Tumben … cocok hahhahha. In a way, lega juga saya dengan comment nya.

Di dalam mobil ….

Me : Betah amat di tengah laut?
Sonny : Heheheh … namanya juga project baru jalan.
Me : Sedep!
Sonny : Eh Wig …
Me : Ya, Nik?
Sonny : Undangan buat kamu, aku jadiin satu sama Raka (arsitek saya yang kebetulan desainin rumah dia a.k.a rumah Uti) sama Lika sekalian ya?

PYAAARRRR … Grombyanggggg …. tenang-tenang-tenang.

Me : ehm ehm (berdehem) owh … yang diomongin Ipus sama Anti kapan itu ya? (Note: adik-adik Sonny)
Sony : Kapan ketemu mereka?
Me : 2 minggu lalu kali, pas kamu brangkat offshore. Biasalah … salon day!
Sonny : ngomong apa mereka.
Me : ngomong kalo kamu mau merit, cuman pas aku kayak clueless mereka bilang … owh belum kok mbak wig, ntar mas son aja yang ngomong. Kok baru cerita sekarang, Pak?
(pengen rasanya bilang kalo adek-adekmu bilang, mas son maen misterius-misteriusan mbak! semuanya diurus sendiri! Tapi saya urungkan niat saya itu)
Sonny : Pamali, Bu! Lagian undangan juga baru jadi. Kalo belum settled semua kayaknya agak kurang pantes digembar gemborin dulu. Takut batal lagi …
Me : Aisee …

Pembicaraan berlanjut ke hal-hal umum … tapi kok deep down rasanya aneeehhhh sekali!

He’s getting married soon. My best friend’s wedding. And I would be Julia Roberts in this case. Arrrrrgggghhhhh!!! The idea of he’s getting married really really bothers me a lot. It’s not that I’m not happy for him! But the long lost unfulfilled feeling that suddenly reoccurs and it really pisses me off! All along, I always have this feeling that there’s a missing link why me and him are not together. Deep down I feel that he has the same thought, but … it’s just damn too late now! Spent the next two days in tears bukan nangis gila-gilaan … cuman ntar kenapa air mata gak abis2 tumpah. Silly … silly … silly!
Damn! Siapa sih kamu Adrian Laksonoooo … bisa bikin saya kayak beginiiiiiiii!?!?!?!?!?

Oops … tenang, tenang, tenang! Sambil merencanakan sesuatu …. dududududu …

Kaget boww ….

Posted by: inginbercerita on: April 26, 2008

Belakangan ini, suddenly load kesibukan jadi meningkat drastis. Penyelesaian kuliah yang counting down kurang 8 minggu lagi dan juga persiapan pembukaan kantor cabang baru bener-bener membuat saya lumayan jungkir balik! Rasanya seperti too much things to do within a single moment. Ouch! Terkadang at the end of the day, pikiran saya cuman … pengen kelonan sama guling dan zzzzzzzzzz …. Begitu terus selama sebulan belakangan ini!

Minggu ini (or kemarin?), berasa seperti peak-peaknya. Tugas paper ada 3 biji belum kepegang dan opening di depan mata. Sebenernya, saya sudah mencoba buat jadi Transformational Leader dengan mendelegasikan beberapa macam hal kepada yang nantinya involve langsung di cabang baru tersebut. And … I did! Cuman in the very last moment alhasil, Sam (boss saya) tetep bilang, “Wig, tolong ya anak-anak dibantu biar lancar. Lo kan baik banget!” OKAY … urusan perijinan dll sebagian saya take over dan dikerjakan oleh asisten saya. Urusan Catering saya serahin ke calon anak-anak cabang (walopun at the end, saya agak kurang puas … yaolooo sayang, kalo milih menu yg bener dongg!!).

Anyway, pada saat press conference segalanya sudah all set. Si calon kepala cabang, Lisa, juga sudah saya brief mengenai materi prescon dan latihan kasih speech malem sebelumnya. Sempet sih dia bilang, “Mbak Wig … kalo blepotan gimana?”. Saya jawab aja … “Ya udah resiko, Lis. You’re on your own! Makanya bikin list apa yg mau diomongin!” DONE.
Wartawan sudah berdatangan, anak-anak cabang yang udah dapat tugas buat mingle dan greet the guest sudah take position. Fiuhhh … lega … semoga ngomongnya gak basi aja mereka. Untungnya Oka, si Marketing Coordinator, ikutan terjun buat mingle sama wartawan-wartawan itu. Saya juga sih … ikutan mingle dan ngobrol dengan Tonny, salah satu reporter dari sebuah radio FM yang jadi kiblat life style di Indonesia (halaaah!).

Pada saat saya sedang ngobrol dengan Tonny ini, tiba-tiba ada wartawan lagi dari sebuah harian yang melewati saya. I didn’t really notice tentang si mas wartawan ini. //pro.corbis.comSejurus kemudian, Rani si supervisor dari cabang itu menyambut ramah, “Siang Mas, Saya Rani dari divisi ini … mohon maaf dengan Mas siapa ya?” sambil mengulurkan tangan untuk menyalami. Sambil menyalami balik tapi sambutan dari mas agak sinis, “Gak baca buku tamu ya, Mbak! Dibaca dulu dong buku tamunya … gimana sih?” DAMN! Saya yang berada tidak jauh dari situ langsung kaget dan menoleh pada Rani. Saya lihat dia sudah speechless tidak tau harus berkomentar seperti apa? While Si Tonny pun mahfum melihat wajah saya yang kaget berat. Dengan becanda dia bilang, “Mestinya aku tadi gituin Mbak Wig kali ya? DIbaca dulu dong guest list nya baru nyapa …” ujarnya kenes. Saya cukup terhibur, cuman ya itu … I was still in the state of shock!

Saya sebenernya masih gak ngerti, apakah Rani mengucapkan kata yang salah? So far … menurut saya, pertanyaan dia terhadap sang wartawan juga masih wajar. Bersikap friendly dan sopan. Saya tidak membela si Rani, cuman apabila dia melakukan kesalahan, saya pikir mungkin hanya karena dia tidak mengecek guest list siapa yang akan dia temui. Bisa saja sih dia langsung tembak, “Siang … mas bejo dari emprit media ya?” Lah iya kalo yang dikirim itu mas Bejo? Lah kalau orang lain.

Dan saya kurang ngeh juga, apakah si mas dari koran ini berpikiran, “lo butuh gue … jadi gue boleh dong ngomong apa aja?” atau simply dia sebel karena dia tidak dikenal atau bagaimana ya? Or … peresmian kantor cabang saya is not really worth buat diliput. *sigh*
But then again, tidak semua orang bisa merespon dengan baik apa yang dikatakan oleh orang lain. Walaupun just simply being polite wouldn’t cause any damage.

Menurut saya, antar pelaku bisnis dan media sudah sewajarnya membina suatu simbiosis mutualisme antar satu dengan yang lain. Pelaku bisnis membutuhkan media untuk mengkomunikasikan produk atau program yang mereka miliki, begitupun media juga membutuhkan berita untuk dipublish. Saya pikir, saling menghormati satu sama lain tidak ada salahnya dalam pergaulan. Bukan hanya dalam konteks ini saja, tapi juga untuk banyak occassions yang lain. Jadi masing-masing pihak dapat menjaga tutur kata dan tindak tanduk sehingga tidak menyinggung antara satu pihak dengan yang lain. Bisa jadi sih apa yang dilakukan mas wartawan tadi adalah some kind of a joke … or else, his own way untuk lebih mengenal si Rani yang nyata-nyata kliatan banget manisnya. But who knows lah!

picture was taken from http://pro.corbis.com

PILKADA : Position or Power?

Posted by: inginbercerita on: April 14, 2008

Kalau saya amat-amati secara sepintas, satu bulan belakangan ini sangatlah ramai di media-media campaign mengenai local PILKADA. Moreover, pada saat saya tugas ke luar kota, baliho-baliho raksasa di mana-mana dengan wajah-wajah para calon-calon tersebut. Some of them familiar, some of them … we just don’t even know who they are and where they come from?

Cara campaign kalo saya amat-amati juga bermacam-macam. Dari cara yang canggih a la Hillary Clinton dan Barrack Obama, seperti membuat iklan yang mengimpress masyarakat buat VOTE for them (which I have almost never impressed with this kind of campaign since I have seen movies related to presidency and campaign ever since I was a little). This kind of campaign certainly would cost a fortune and only those who really have a big influence would be able to do this. Eventhough tidak tertutup kemungkinan bahwa these candidates mendapatkan dana dari donatur yang menginginkan mereka buat naik ‘tahta’.  The other kind of campaign adalah yang tadi saya sebut seperti pasang baliho-baliho di jalan-jalan, atau melakukan kegiatan layanan masyarakat yang involving the candidate or even membuka rubrik yang menampung concerns dari masyarakat, about apa yang mereka inginkan dari calon pemimpin mereka, perbaikan infrastruktur dan most of all adalah perbaikan nasib.

With regards to those candidates, saya ada beberapa pemikiran … (o’on siy, cuman can’t help it?)
1. Candidates yang unfamiliar to the eyes of the public, gimana cara nya they will be voted outside their own circle?
2. Some of the candidates menurut saya degrading their position by running for certain position in PILKADA. Why? Beberapa contoh yang obvious saya liyat, Agum Gumelar (used to be one of the minister) running for gubernur Jawa Barat atau Syaifullah Yusuf a.k.a Gus Ipul (used to be menteri juga) mendampingi Sukarwo a.k.a Pakde Karwo menjadi wakil gubernur. Hmmm  … Wow! Bodo-bodoan, posisi Gubernur itu kan di bawah Menteri, betul???? Berarti … mereka melakukan penurunan posisi dong ya? Bayangkan saja, para gubernur used to report to them dan kalo akhirnya mereka terpilih … berarti … mereka lapor kepada menteri yang terkait dong ya? Hmmm …. apakah mungkin terjadi Post Power Syndrome when it happens???
Apakah sebegitu pentingnya untuk memegang posisi (whatever it is)??? Karena secara hierarkiah … sangat-sangat tidak masuk akal. Basic needs dari orang-orang adalah climbing to the top instead of sliding down. Is it the matter of having any kind of power in their hands? Atau, metaphorically speaking, bener-bener coming from the bottom of their heart to make things better? Who knows?
3. Beberapa Public Figure (sebut saja artes) running for the position. Is it a real sincere wishful thinking untuk bisa melakukan sesuatu untuk daerah-daerah tertentu. Mengembangkan kondisi daerah menjadi lebih baik, mengurangi pengangguran, memberikan pendidikan cuma-cuma dan mengurusi warga-warga terlantar. Again, wow … such a nice wishful thinking but I do hope that they have the tools, the equipments, the ways to do all those have been published to the eyes of the public.

However, being a good leader is not all about position or power. A good leader is someone who is able to change things into a better condition. Somebody who is able to combine transactional and transformational leadership. Trend kepemimpinan yang TOP to BOTTOM, you do as I said is not in the agenda any longer. Somebody who is charismatics, mengerti what’s going on actually in reality dan open-minded menerima input ataupun kritikan dari siapa itu would make a good leader for all seasons. That’s what a transformational leader is all about.

Anyway, tumben-tumbenan saya nulis beginian …

PS: Congratz utk yang baru kepilih … bangun tidur ngantuk-ngantuk ehhhh ada berita yang baru kepilih.